Budaya  

Sentuhan Realisme Diak Eko Prawoto Hidupkan Ruang Publik Sunrise Mall

Diak Eko Purwoto pelukis bersama pengunjung saat berpose bersama lukisan Kiai Asep Saifudin Chalim ortu Bupati Mojokerto Gus Barra

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO — Aktivitas belanja pengunjung Sunrise Mall Kota Mojokerto mendapat warna berbeda dengan hadirnya pameran tunggal lukisan karya Diak Eko Prawoto, seorang jurnalis yang mengekspresikan pengalamannya lewat kanvas.

Pameran yang menempati area lantai dua pusat perbelanjaan tersebut sukses menarik minat pengunjung dari berbagai latar belakang.

Mengusung aliran realisme, Diak Eko Prawoto menghadirkan kurang lebih 30 karya lukisan dengan ragam tema. Mulai dari figur tokoh, potret budaya lokal, panorama alam, hingga gambaran aktivitas keseharian masyarakat, seluruh karya tersaji dengan detail yang kuat dan ekspresif.

Pameran yang berlangsung 17–31 Desember 2025 ini merupakan hasil kolaborasi dengan Jawa Pos Radar Mojokerto. Sejak hari pertama, karya-karya yang dipajang mendapat respons positif. Pengunjung tak hanya menikmati secara langsung, tetapi juga mengabadikan lukisan-lukisan tersebut untuk dibagikan melalui media sosial. Hingga akhir pameran, tercatat lima karya berhasil terjual kepada kolektor seni.

Di sela kegiatan pameran, Diak Eko Prawoto mengungkapkan bahwa gagasan pameran tunggal ini muncul secara spontan. Ide tersebut lahir dari perbincangan ringan bersama Nurkholis dari Jawa Pos Radar Mojokerto dan Arief Himawan, manajer event, saat menghadiri acara pernikahan pelukis senior Priyok Dinasti di kawasan Trowulan.

“Tidak ada rencana besar sebelumnya. Dari obrolan santai itulah muncul ide pameran. Saya merasa karya yang saya miliki sudah cukup dan siap untuk ditampilkan ke publik,” ungkap Diak, Selasa (30/12/2025).

Meski berprofesi sebagai jurnalis televisi, Diak Eko Prawoto dikenal sebagai pelukis otodidak yang setia pada gaya realisme. Ketertarikannya pada dunia lukis sudah tumbuh sejak kecil, meski sempat terhenti selama belasan tahun karena kesibukan jurnalistik.
Menurutnya, melukis dan menulis berita memiliki kesamaan mendasar.

“Keduanya sama-sama membutuhkan kepekaan, sudut pandang yang tepat, dan kemampuan menangkap momen,” ujarnya.

Pengalaman liputan jurnalistik justru menjadi sumber inspirasi utama bagi karya-karyanya. Berbagai peristiwa sosial, keindahan alam, serta kekayaan budaya yang ditemui di lapangan kerap diterjemahkan ke dalam kanvas.

Dalam kurun waktu hampir dua tahun terakhir kembali aktif melukis, ia telah menghasilkan sekitar 60 karya, dengan lebih dari separuhnya telah dimiliki oleh kolektor dari beragam kalangan, mulai dari sesama jurnalis, pejabat publik, hingga pelaku usaha.

Melalui pameran ini, Diak berharap dapat mendorong tumbuhnya semangat berkesenian di Mojokerto serta membuka ruang bagi munculnya seniman-seniman baru dari lintas profesi.

“Setidaknya, pameran ini bisa memberi warna baru dan membuktikan bahwa jurnalis juga bisa berkarya di dunia seni rupa,” tutupnya. ( din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *