SPPG Polda Jatim Mojokerto Tampilkan Model Terpadu MBG dan Ketahanan Pangan

Kendaraan SPPG Polda Jatim, yang selalu siap antar MBG ke lembaga sekolah yang di naunginya

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Komitmen Polda Jawa Timur dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui pendekatan terpadu antara pelayanan gizi dan penguatan ketahanan pangan.

Hal tersebut terlihat dari operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Jatim di Desa Pacing, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Tak sekadar mengandalkan dapur MBG dengan standar keamanan pangan, kawasan SPPG kini dikembangkan sebagai sentra pangan mandiri.

Di dalamnya terdapat greenhouse hidroponik dan kolam bioflok ikan yang berfungsi sebagai penunjang pasokan bahan baku sehat dan berkelanjutan.
Kawasan ini juga terhubung langsung dengan Gudang Ketahanan Pangan Polri berkapasitas 1.000 ton.

Gudang tersebut diproyeksikan menjadi simpul strategis dalam mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di wilayah Mojokerto dan sekitarnya.
Inisiatif tersebut mendapat perhatian dari Presiden RI Prabowo Subianto serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Keduanya sempat merencanakan peninjauan langsung ke lokasi, meski agenda kenegaraan mengharuskan kembali ke Jakarta.

“Bapak Presiden tetap memantau perkembangan dan menyampaikan apresiasi terhadap kesiapan serta inovasi yang dijalankan Polda Jatim,” kata Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., Minggu (8/2/2026).

SPPG Polda Jatim di Mojokerto telah beroperasi sejak Juni 2025. Setiap hari, dapur ini memproduksi 3.562 porsi makanan bergizi yang didistribusikan ke 21 sekolah penerima manfaat. Secara keseluruhan, SPPG tersebut menjadi bagian dari 138 dapur MBG Polri yang tersebar di Jawa Timur.

Fasilitas greenhouse dimanfaatkan untuk menanam beragam sayuran, mulai dari terong, kembang kol, cabai, tomat, pakcoi, kangkung, selada, bayam merah hingga sawi caisim. Sementara kolam bioflok digunakan untuk budi daya ikan lele dan nila dengan sistem ramah lingkungan.

Kepala SPPG Polda Jatim, Noverita Resya Sintia, menyebut pekarangan pangan ini berperan sebagai penopang utama kebutuhan dapur MBG. Selain produksi internal, SPPG juga menggandeng tujuh pelaku UMKM lokal sebagai mitra penyedia bahan pangan.

“Seluruh proses dilengkapi penerapan food safety untuk memastikan makanan aman sebelum disalurkan ke sekolah, sehingga potensi kejadian luar biasa bisa dicegah,” ujarnya.

Tak jauh dari lokasi SPPG, Gudang Ketahanan Pangan Polri yang berada di Jalan Raya Pacing–Pacet berdiri di atas lahan seluas 10.500 meter persegi milik SPN Polda Jatim. Gudang ini digunakan untuk menampung jagung hasil serapan Bulog dari petani setempat.

Saat ini, sekitar 40 ton jagung pipil kering tersimpan di gudang tersebut. Di sekeliling area, lahan produktif seluas 4 hektare juga dimanfaatkan untuk budi daya jagung dan telah mencatat dua kali masa panen.

“Keberadaan gudang ini diharapkan memperkuat sinergi dengan Bulog serta mendukung integrasi KDMP dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan,” tegas Kapolres.

Gudang Ketahanan Pangan Polri ini dibangun menggunakan anggaran APBN sebesar Rp11,114 miliar pada periode 3 Juni hingga 30 September 2025. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Ruas Bambu dengan pendampingan PT Elemen Tiga Tiga sebagai konsultan manajemen konstruksi.

Sejak mulai beroperasi pada 8 Oktober 2025, fasilitas ini dilengkapi dua unit gudang utama, kantor operasional, musala, dan pos penjagaan. Gudang Polda Jatim Mojokerto menjadi salah satu dari 18 gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di 12 provinsi di ( din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *