DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO — Menyambut datangnya salah satu bulan mulia, yakni Rajab 1447 H, Ketua LBH Djawa Dwipa bersama puluhan warga menggelar acara Sholawat dan doa bersama di kawasan kantor LBH Djawa Dwipa, Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Sabtu malam (20/12/2025).
Lantunan sholawat dari Group Sholawat Al Haddad Djawa Dwipa dan pembacaan doa warga menggema dalam kegiatan keagamaan yang diinisiasi oleh Direktur LBH Djawa Dwipa Hadi Purwanto, ST,. SH,. MH.
Kegiatan keagamaan rutin itu, menjadi ruang spiritual sekaligus ajang silaturahmi antar jemaah dari sejumlah desa sekitar. Nuansa religius terasa kental sejak awal acara, ketika Grup Selawat Al Haddad Djawa Dwipa membuka rangkaian kegiatan dengan iringan selawat yang menyejukkan hati.
Dalam kesempatan tersebut, Hadi Purwanto mengungkapkan rasa syukur atas berbagai karunia yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada keluarganya. Ia juga mengajak para jemaah untuk bersama-sama memanjatkan doa atas sejumlah harapan dan ikhtiar yang sedang dijalani.
Salah satu doa yang disampaikan ditujukan bagi putrinya, Esia Fatihah Hadi, yang berhasil menorehkan prestasi akademik sebagai peraih peringkat pertama di kelas XI SMAN 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto. Selain itu, ia juga memohon doa agar putrinya yang lain, Titan Pasyahrani Hadi, diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Negeri Surabaya.
Tak hanya berfokus pada keluarga, Hadi turut mengajak jemaah untuk mendoakan para leluhur, keluarga, dan warga sekitar yang telah wafat, agar mendapatkan ampunan serta rahmat dari Allah SWT.
Siraman rohani dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ustaz Mukid selaku penasihat kegiatan. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan jemaah agar senantiasa menanamkan keyakinan penuh kepada Allah SWT, terutama dalam urusan rezeki dan kehidupan.
Menurutnya, Allah telah menjamin kecukupan hamba-Nya sejak lahir hingga akhir hayat, sehingga manusia tidak sepatutnya larut dalam rasa takut dan cemas berlebihan terhadap urusan dunia. Ia juga menekankan bahwa Allah SWT adalah Dzat yang Maha Dekat dan tidak pernah bosan mendengar doa hamba-Nya.
“Manusia bisa jenuh ketika terus dimintai tolong, tetapi Allah justru mencintai hamba yang terus bersungguh-sungguh dalam berdoa,” tuturnya.
Ustadz Mukid juga mengajak jemaah untuk meningkatkan kualitas ibadah, dengan menjaga salat wajib tepat waktu serta membiasakan diri melaksanakan salat sunnah seperti tahajud dan duha. Ia menegaskan bahwa kedekatan dengan Allah harus dibuktikan melalui ketaatan, bukan sekadar pengakuan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bulan Rajab merupakan fase penting sebagai persiapan spiritual menuju Ramadan. Bulan ini, menurutnya, menjadi momentum untuk memperbanyak amal saleh dan memperkuat doa.
Pada sesi doa bersama, jemaah secara khusus mengirimkan doa untuk para ahli kubur dari Dusun Banjarsari, Dusun Kaliputih, Desa Jumeneng, serta sejumlah nama keluarga dan tokoh yang telah wafat, agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Sementara itu, K.H. Mathori Hasan yang turut memberikan mauidhoh hasanah menyoroti pentingnya nilai kejujuran dalam kehidupan, terutama bagi tokoh agama dan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kejujuran merupakan cerminan akhlak mulia yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun.
Ia juga menegaskan bahwa doa memiliki nilai yang jauh melampaui kenikmatan dunia, sehingga umat Islam tidak boleh lelah dan putus asa dalam bermunajat. Menurutnya, setiap doa memiliki waktu pengabulan masing-masing sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Kegiatan sholawat dan doa bersama tersebut ditutup dengan suasana haru dan penuh kekhusyukan. Para jemaah berharap tradisi keagamaan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat. ( din/rls)












