Budaya  

MWCNU Pungging Muhasabah Akhir Tahun, Gus Barra Jelaskan Ciri Orang yang beruntung Dan Orang Merugi

Bupati Mojokerto Gus Barra saat sambutan di acara muhasabah Akhir Tahun yang digelar MWCNU Pungging Mojokerto

DIGDAYANEWS.COM | MOJOKERTO — Suasana khidmat dan penuh refleksi menyelimuti Masjid Al Ikhsan, Dusun Pasinan Krajan, Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Ahad malam (28/12).

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pungging menggelar Muhasabah Akhir Tahun yang dirangkai dengan peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB tersebut mendapat atensi besar dari jamaah dan tokoh masyarakat.

Kehadiran Bupati Mojokerto, Gus Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M.Hum, menjadi perhatian tersendiri sekaligus bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan dan kebangsaan yang digagas warga NU.

Selain Gus Barra, acara juga dihadiri para ulama dan tokoh pengisi majelis, di antaranya Ibu Nyai Hj. Nurul Abidah dari Pasuruan, Kyai M. Choiri Asadulloh, Gus Ali Murdani selaku Khodimul Majelis, serta Kang M. Abdul Rohman Hafifudin. Majelis Ta’lim dan Sholawat An-Nabawy Mojokerto turut mengiringi rangkaian kegiatan dengan lantunan sholawat.

Ketua MWCNU Kecamatan Pungging, H. Affan Faizin, M.Pd, menyampaikan bahwa muhasabah akhir tahun ini menjadi momentum penting bagi warga NU untuk melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat soliditas organisasi. Menurutnya, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan setiap akhir tahun dengan konsep bergilir sebagai upaya menjaga semangat kebersamaan.

“Ini murni kegiatan warga NU, didukung berbagai pihak. Jamaah hadir bukan karena seremonial, tetapi karena kebutuhan ruhani untuk mendengarkan nasihat agama dan bermuhasabah,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Mojokerto Gus Barra menyampaikan apresiasi atas konsistensi MWCNU Pungging dalam menghadirkan kegiatan yang sarat nilai spiritual. Ia menilai muhasabah akhir tahun sebagai sarana penting untuk menutup tahun dengan kebaikan serta menata niat dan langkah menyongsong masa depan.

“Orang yang beruntung adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin. Sebaliknya, jika keadaannya justru memburuk, maka itulah kerugian,” tutur Gus Barra di hadapan jamaah.

Ia juga mendoakan agar tahun mendatang membawa keberkahan yang lebih luas, baik dari sisi rezeki, kesehatan, maupun keharmonisan kehidupan bermasyarakat. Gus Barra berharap, semangat muhasabah tidak berhenti di majelis, namun terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, menjadi penanda kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman, ke-NU-an, serta persatuan di wilayah Kecamatan Pungging dan sekitarnya. ( din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *