Penghujung Tahun 2025, Bupati Gus Barra Resmikan 5 Jembatan Strategis,

Gus Barra saat tabda tangani Prasasti peresmian jembatan, didampingi Sekda Teguh, Plt. Kadis PUPR Anik dan Kades Lebaksono H. Afan Faizin

DIGDAYA NEWS. COM / MOJOKERTO, – Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali menunjukkan komitmennya dalam pemerataan pembangunan infrastruktur. Bupati Mojokerto, Dr. Muhammad Al Barra, Lc, M.Hum secara resmi meresmikan lima jembatan penghubung antarwilayah yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kelima jembatan tersebut masing-masing berada di wilayah Talunbrak, Kecamatan Dawarblandong; Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal; Lebaksono, Kecamatan Pungging; Jurang, Kecamatan Ngoro, dan Swideng, Kecamatan Trowulan. Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis di Jembatan Lebaksono, Kecamatan Pungging.

Gus Barra saat beri penjelasan pada awak media

PLT. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto, Anik Mutammimah menjelaskan bahwa dari lima jembatan yang dibangun, empat di antaranya menggunakan dana APBD Kabupaten Mojokerto. Sementara satu jembatan lainnya, yakni Jembatan Talunbrak, dibiayai melalui anggaran pemerintah pusat.

“Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan keseharian masyarakat,” terang Anik.

Bupati Mojokerto yang akrab disapa Gus Barra menyampaikan bahwa rampungnya pembangunan lima jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui infrastruktur yang tepat guna.

“Lima jembatan telah selesai dibangun dan hari ini kita resmikan bersama. Peresmian di Lebaksono ini sebagai perwakilan,” kata Gus Barra.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto terus dilakukan secara bertahap setiap tahun, baik melalui pembangunan jembatan baru maupun peningkatan kualitas jalan.

Menurut Gus Barra, Jembatan Lebaksono memiliki bentang selebar 7 meter dengan panjang kurang lebih 60 meter, yang desain dan dimensinya hampir serupa dengan Jembatan Talunbrak. Selain itu, sepanjang tahun ini Pemkab Mojokerto juga berhasil memperbaiki sekitar 34 kilometer ruas jalan dari total target penanganan jalan rusak sepanjang 83 kilometer.

Meski dihadapkan pada tantangan berupa pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah yang mencapai sekitar Rp316 miliar, Pemkab Mojokerto tetap berkomitmen menjalankan program-program prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Program strategis tetap kami jalankan, mulai dari Universal Health Coverage (UHC) bagi warga kurang mampu, pembangunan infrastruktur, hingga program rumah layak huni yang telah terealisasi sekitar 620 unit,” ungkapnya.

Di penghujung acara, Gus Barra menyampaikan terima kasih kepada jajaran Forkopimda Kabupaten Mojokerto, khususnya aparat kepolisian dan kejaksaan, atas dukungan dan peran aktif dalam pengawasan pelaksanaan proyek pembangunan.

Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga kualitas pembangunan serta mendorong peran dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mempercepat pembangunan di Kabupaten Mojokerto.

Tampak Hadir dalam Peresmian Jembatan Lebaksono, Sekda Teguh Gunarko, Kepala DPRKP2, Bambang Purwanto, Staf Ahli Pemkab Mojokerto Yudha Akbar Prabowo, Asisten Perekonomian Nurriyadi, Kasatpol PP Taufiqurrochman, Plt. Kadis PUPR Anik Mutammimah, Kabid Bina Marga DPUPR, Henry Surya, Plt. Kabag Humprokopim Yuni Laili Faizah, Camat Pungging Amsar Azhari Siregar, Kapolsek Pungging, Iptu Selimat serta Kades Lebaksono H. Afan Faizin Mpd, (din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *