Budaya  

Khotmil Qur’an dan Doa Bersama Putaran ke-20, Hadi Purwanto Sebut Anak – Cucu Wajib Mendoakan orang tua serta leluhur.

Hadi Purwanto berswafoto bareng keluarga besar dan penceramah Kiai Hasan Mathori

DIGDAYA NEWS.COM / MOJOKERTO – Tradisi keagamaan warga Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, kembali menguat melalui pelaksanaan Khotmil Qur’an dan Doa Bersama ke-20, yang digelar Minggu siang (4/1/2025).

Kegiatan rutin tiap bulan minggu pertama ini berlangsung di aula terbuka Makam Umum Dusun Banjarsari, yang juga menjadi kompleks makam Eyang Temenggung Soekarto Widjoyono atau yang dikenal masyarakat sebagai Mbah Sentono.

Suasana khidmat terasa sejak awal acara dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an,Tahlil, sholawatan mahalul qiyam, kenduri tumpeng, hingga tausiyah agama.

Konsistensi warga dalam menjaga tradisi tersebut menjadi cerminan kuatnya nilai kebersamaan dan semangat religius masyarakat setempat. Meski digelar secara sederhana, kegiatan ini terus berjalan tanpa jeda dan kini telah memasuki pelaksanaan ke-20.

Perwakilan Sholawat Al-Haddad Djawa Dwipa, Ustadz Abd. Mukhit, mengungkapkan rasa syukur atas keberlangsungan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini bisa istiqomah sampai yang ke-20. Terima kasih kepada Mas Hadi Purwanto yang senantiasa memberikan dukungan dalam syiar agama dan akomodasi rutinan Khotmil Qur’an,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jamaah yang hadir senantiasa diberikan kesehatan serta diteguhkan iman dan Islam oleh Allah SWT. Menurutnya, empat bulan ke depan kegiatan ini akan genap berjalan selama dua tahun.

“Tidak terasa sudah hampir dua tahun. Jika sesuatu dinikmati dengan keikhlasan, waktu terasa cepat berlalu. Sebaliknya, jika tidak dinikmati, sebentar pun terasa lama,” tuturnya.

Ustadz Abd. Mukhit juga menekankan bahwa kehadiran jamaah murni atas panggilan hati dan kehendak Allah SWT, tanpa paksaan apa pun. Ia mencontohkan keteladanan jamaah sepuh, seperti Mbah Sumantri, yang meski telah lanjut usia tetap bersemangat menghadiri Khotmil Qur’an.

“Dalam ukhuwah Islamiyah, yang pertama kali ditanyakan bukan harta atau jabatan, melainkan bagaimana iman dan ibadah kita,” tegasnya.

Hadi Purwanto bersama jamaah, saat khusyuk berdo’a di doa penutup khotmil Qur’an

Sementara itu, Penanggung Jawab Kegiatan, Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., menegaskan pentingnya melestarikan adat dan budaya leluhur yang selaras dengan syiar agama. Ia juga mengingatkan kewajiban anak cucu untuk senantiasa mendoakan orang tua dan leluhur yang telah wafat.

“Kita wajib menghormati dan mendoakan orang tua serta leluhur. Mereka memiliki jasa besar dalam membentuk karakter kita,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai agama dan budaya sebagai bekal membangun akhlak yang mulia.

“Kita harus menanamkan nilai agama dan budaya kepada anak-anak, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan berkarakter,” tambahnya.

Selain itu, Hadi Purwanto mengingatkan bahwa konsistensi dan istiqomah dalam beribadah merupakan kunci kebahagiaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Dalam tausiyahnya, Penasihat kegiatan Jamaah khotmil Quran , K.H. Hasan Mathori, menjelaskan bahwa fondasi utama Islam adalah tauhid, yakni keimanan kepada Allah SWT. Ia mengisahkan bahwa kewajiban salat lima waktu baru ditetapkan setelah peristiwa Isra Mi’raj, ketika Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun.

Pada kesempatan itu, Kiai Hasan Mathori juga menyampaikan kisah keteladanan Siti Masyitoh, sosok perempuan beriman di masa Fir’aun yang mempertahankan keimanannya kepada Allah SWT meski harus menghadapi hukuman berat. Keteguhan iman Siti Masyitoh, menurutnya, menjadi teladan bagi umat Islam agar tetap istiqomah dalam keyakinan di tengah berbagai ujian.

Kegiatan Khotmil Qur’an dan Doa Bersama ini pun diharapkan terus berlanjut sebagai sarana mempererat ukhuwah, menjaga tradisi, serta memperkuat nilai keislaman di tengah masyarakat Dusun Banjarsari. ( din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *