DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Musyawarah Konferensi Cabang (Konfercab) Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto menghasilkan kepemimpinan baru. Makrup atau yang akrab disapa Gus Tarup resmi dipercaya memimpin Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto untuk masa khidmat 2026–2031.
Penetapan Gus Tarup yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Mojokerto tersebut disambut optimisme dari para pendekar dan pengurus. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa Pagar Nusa semakin solid sekaligus hadir lebih nyata di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Gus Tarup menegaskan, langkah awal yang akan ditempuh adalah memperkuat konsolidasi internal organisasi. Menurutnya, kekuatan Pagar Nusa harus dimulai dari kesatuan visi dan soliditas antaranggota, sehingga peran organisasi di masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Pembenahan internal menjadi prioritas agar seluruh unsur Pagar Nusa berada dalam satu barisan, solid, dan siap berkontribusi menjaga ketertiban serta keamanan sosial,” ungkapnya.
Tak hanya menekankan penguatan internal, Gus Tarup juga memaparkan arah kepemimpinan Pagar Nusa Mojokerto yang berorientasi pada pengabdian sosial. Pagar Nusa, kata dia, harus tampil sebagai organisasi pencak silat Nahdlatul Ulama yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan, kebangsaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Sejumlah program telah disiapkan, mulai dari bantuan kemanusiaan bagi korban bencana, bakti sosial rutin, kepedulian lingkungan, hingga layanan keamanan sosial pada kegiatan keagamaan NU. Selain itu, program kesehatan seperti donor darah dan pemeriksaan gratis, serta pembinaan generasi muda melalui latihan pencak silat dan edukasi moral juga menjadi perhatian.
“Pencak silat bukan hanya soal kekuatan fisik, tetapi juga sarana membangun kepedulian sosial, akhlak, dan semangat kebangsaan,” tegasnya.
Untuk menopang program-program tersebut, Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto akan membentuk bidang khusus sosial dan kemanusiaan yang bekerja sama dengan PCNU, badan otonom NU, pemerintah daerah, TNI–Polri, tenaga kesehatan, serta jejaring relawan. Pendanaan kegiatan direncanakan bersumber dari iuran anggota, donatur, CSR, dan partisipasi masyarakat.
Dengan nahkoda baru, Pagar Nusa Kabupaten Mojokerto diharapkan semakin adaptif, responsif terhadap persoalan sosial, serta mampu menjadi mitra strategis dalam menjaga harmoni dan ketertiban di tengah masyarakat. ( din)












