DIGDAYA NEWS. COM / GRESIK – Mahasiswa Program Belajar Bersama Komunitas (BBK) VII Universitas Airlangga menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan terpadu bersama Posyandu Desa Pegundan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Selasa (13/1/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga tentang kehidupan sehat dan kesejahteraan. Melalui pendekatan kolaboratif, mahasiswa terlibat langsung mendampingi kader posyandu dan tenaga kesehatan dalam memberikan layanan kepada warga.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat memperoleh berbagai layanan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, dilakukan pula pemantauan kesehatan balita, pra-lansia, dan lansia, disertai konsultasi kesehatan untuk meningkatkan pemahaman warga terhadap kondisi tubuhnya masing-masing.
Program Belajar Bersama Komunitas sendiri merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat Universitas Airlangga yang menempatkan mahasiswa di tengah masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengenali persoalan sosial, tetapi juga didorong untuk berperan aktif memberikan kontribusi nyata sesuai kompetensi akademik yang dimiliki.

Ketua Kelompok BBK VII Desa Pegundan, Ikhwan Dwi Kautsar, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga angkatan 2023, mengatakan bahwa kegiatan kesehatan ini dirancang sebagai langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Kami berharap melalui pemeriksaan kesehatan ini, warga dapat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya. Bagi kami, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga untuk belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat serta mengimplementasikan nilai pengabdian,” ungkapnya.
Selain kegiatan screening kesehatan, mahasiswa BBK VII Pegundan juga menjalankan berbagai program pendukung lainnya. Di antaranya adalah edukasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyuluhan gizi seimbang, pendampingan administrasi posyandu, serta sosialisasi pencegahan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Tim BBK juga menyelenggarakan edukasi hukum sederhana guna menambah wawasan warga desa.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang secara terpadu agar mampu memberikan manfaat berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pendekatan yang dilakukan menekankan pada peningkatan kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kualitas hidup.
Pihak Posyandu Desa Pegundan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa BBK Universitas Airlangga. Kolaborasi ini dinilai mampu membantu optimalisasi pelayanan kesehatan serta meringankan tugas para kader di lapangan.
Melalui sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat desa, BBK Universitas Airlangga terus berupaya menghadirkan aksi nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tingkat akar rumput. ( din/ hf) #SDG3 #GoodHealthandWellBeing #SDGsUNAIR












