DIGDAYA NEWS.COM/ MOJOKERTO, – Penanganan cepat bencana banjir yang melanda Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto pada malam Hari Raya Idul Fitri 1447 H mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Kepala Desa Jumeneng, Suhariyanto, SH, menilai langkah sigap yang dilakukan pemerintah daerah di bawah komando Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra, mampu meminimalisir dampak bencana serta memastikan warga tetap terlayani dengan baik.
Sejak banjir terjadi pada Jumat (20/3/2026) malam, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait langsung turun ke lokasi. Bupati Mojokerto bersama tim hadir di tengah masyarakat untuk meninjau kondisi sekaligus mencari solusi penanganan. “Tidak ada warga yang merasa diabaikan. Semua bergerak cepat sejak awal kejadian,” ujar Kades Suhariyanto Senin (30/3/2026)
Banjir dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto sejak sore hari, menyebabkan Sungai Sadar meluap. Tanggul sepanjang kurang lebih 15 meter di Desa Jumeneng jebol sekitar pukul 20.00 WIB. Tak berselang lama, air merendam permukiman warga dengan ketinggian antara 30 hingga 80 sentimeter, terutama di Dusun Kahuripan dan Balongcangkring.
Menurut Kades Suhariyanto, pihak desa sebenarnya telah melakukan antisipasi dengan meninggikan tanggul. Namun, tingginya curah hujan ditambah kondisi pintu air (dam) di wilayah Tinggarbuntut yang tersumbat sampah dan tidak berfungsi optimal membuat debit air meningkat drastis.
“Tanggul di wilayah kami paling rendah, sehingga saat tekanan air tinggi langsung jebol dan meluber ke permukiman serta area persawahan,” jelasnya.
Kades Suhariyanto juga menyampaikan, sebagai langkah penanganan, Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto mengerahkan alat berat berupa excavator ( Bego) untuk memperbaiki tanggul menggunakan jumbo bag dan sandbag. Hingga kini, progres perbaikan telah mencapai sekitar 70 persen.
Proses pengerjaan sedikit terkendala akses menuju lokasi yang harus melewati jalur tanah gembur sepanjang kurang lebih satu kilometer, sehingga distribusi material dilakukan secara bertahap menggunakan alat berat.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan dua tenda pengungsian di wilayah Tinggarbuntut dan menyalurkan bantuan logistik seperti matras, selimut, terpal, makanan, serta air bersih. Dinas Sosial juga membuka dapur umum, sementara Dinas Kesehatan melakukan fogging untuk mencegah penyakit pascabanjir. Di sisi lain, Dinas Pertanian langsung bergerak memberikan bantuan kepada petani terdampak gagal panen tanpa harus melalui pengajuan proposal dari desa.
Suhariyanto menekankan perlunya solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang. Ia mengusulkan pembangunan sudetan di sekitar dam Tinggarbuntut serta penyediaan pompa pembuangan air dari Sungai Sadar ke Sungai Brantas yang jaraknya relatif lebih dekat, sekitar 500 meter.
“Kalau hanya mengandalkan aliran ke wilayah Jasem Ngoro yang jaraknya puluhan kilometer, tentu tidak efektif. Sudetan dan pompa menjadi kunci agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika solusi tersebut direalisasikan, maka potensi banjir di sejumlah desa sekitar Mojoanyar seperti Gebangmalang, Sumberjati, Sadartengah, dan Wunut dapat diminimalisir.
Dalam proses penanganan, berbagai elemen turut terlibat, termasuk organisasi masyarakat. Salah satunya anggota Ormas HMN, Muhajir, yang ikut mengawal proses penanganan bencana banjir sekaligus membantu koordinasi antara pemerintah desa, OPD, dan pemerintah kabupaten Mojokerto
Muhajir menyebut proses perbaikan tanggul masih terus berlangsung dengan penggunaan jumbo bag dan sandbag. Ia menjelaskan, lokasi tanggul jebol berjarak sekitar 800 meter dari titik distribusi material, sehingga membutuhkan waktu ekstra untuk proses pengangkutan. “Kalau akses bisa dilalui truk, pengerjaan tentu bisa lebih cepat. Saat ini material harus dilangsir menggunakan alat berat ( bego) ,” ungkap Hajir saat dilokasi perbaikan tanggul.
Muhajir menambahkan, upaya penanganan banjir dan penanggulannya yang dilakukan secara terpadu dinilai mampu mempercepat pemulihan kondisi di lapangan. ” Penanganan bencana banjir yang dilakukan Pemda Mojokerto sangat baik, sejak hari pertama bencana, bahkan hingga kini proses perbaikan tanggul yang jebol terus berlangsung dilakukan oleh BBWS bersama DPUPR Kabupaten Mojokerto, ‘ imbuhnya ( din)












