DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO — Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto, Nur Hanik Tri Rahayu, menggelar kegiatan reses tahap III Tahun 2025 di Desa Tunggal Pager, Kecamatan Pungging, Minggu (14/12/2025). Kegiatan ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kebutuhan infrastruktur hingga pelayanan sosial.
Reses yang berlangsung sederhana di halaman rumah warga tersebut dihadiri masyarakat Desa Tunggal Pager serta perwakilan dari desa sekitar. Suasana dialog berlangsung terbuka, di mana warga menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada wakil rakyat.
Legislator Partai NasDem yang juga menjabat Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto itu menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting untuk menjaring masukan dari masyarakat.
Seluruh aspirasi yang disampaikan, kata dia, akan dihimpun dan diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD sebagai bahan perencanaan pembangunan daerah tahun anggaran 2026.
“Reses ini menjadi wadah kami untuk mendengar langsung suara masyarakat. Setiap usulan akan kami catat dan kami sampaikan kepada pemerintah daerah agar bisa ditindaklanjuti sesuai prioritas pembangunan,” ujar Nur Hanik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan kondisi umum pembangunan daerah, termasuk adanya kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada keterbatasan realisasi program. Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah tetap berupaya mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara bertahap.
“Kondisi anggaran memang menuntut adanya penyesuaian, baik di tingkat pusat maupun daerah. Namun, Pemkab Mojokerto tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat meskipun belum seluruhnya bisa terpenuhi,” jelasnya.
Selain itu, Nur Hanik mengimbau warga untuk memanfaatkan program jaminan kesehatan dari pemerintah daerah. Ia mendorong masyarakat yang belum memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan agar segera mengurusnya melalui skema UHC Prioritas.
“Bagi warga yang sebelumnya peserta mandiri namun kesulitan membayar, bisa dialihkan ke BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah daerah. Program ini disiapkan agar masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan,” pungkasnya. ( din)












