DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO, – Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai mematangkan arah pembangunan daerah untuk tahun 2027 melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD yang digelar di Pendopo Graha Majatama.
Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyelaraskan program prioritas dengan aspirasi masyarakat, sekaligus menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk legislatif dan unsur masyarakat.
Dalam arahannya, Bupati Mojokerto menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Ia menyebut, kondisi ekonomi daerah saat ini cukup stabil, ditopang oleh terkendalinya harga kebutuhan pokok seperti beras dan cabai, serta ketersediaan pangan yang relatif aman.
Lebih lanjut, Bupati menggarisbawahi sejumlah langkah strategis yang akan menjadi fokus ke depan.
Salah satunya adalah peningkatan efisiensi penggunaan energi dan anggaran, agar belanja daerah lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Di sektor pangan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat produksi lokal guna menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global. Selain itu, upaya menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif juga terus didorong melalui penyederhanaan perizinan serta pengurangan hambatan birokrasi.
“Perbaikan iklim investasi harus terus dilanjutkan agar mampu membuka lapangan kerja lebih luas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Tak hanya itu, perlindungan sosial juga menjadi perhatian utama, dengan penekanan pada akurasi data penerima bantuan agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
Untuk tahun 2027, Pemkab Mojokerto mengusung tema pembangunan yang menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang baik, akuntabilitas, serta keberlanjutan lingkungan. Tema ini juga diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi hijau dan penguatan infrastruktur, termasuk pengembangan pusat pemerintahan baru.
Sejumlah sektor unggulan akan terus dikembangkan, di antaranya pertanian, peternakan, dan perikanan yang diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai tambah. Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian pada program sosial seperti pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, pendidikan inklusif, serta pemenuhan gizi masyarakat.
Bupati juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar penyusunan RKPD dan rencana kerja ke depan tidak sekadar berorientasi pada penyerapan anggaran, tetapi harus mampu menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, ia turut menyampaikan pesan kebersamaan dalam suasana pasca-Idul Fitri, seraya berharap semangat kebersamaan dapat menjadi energi positif dalam membangun Kabupaten Mojokerto ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan. ( din)












