DIGDAYA NEWS. COM/MOJOKERTO – Pondok Pesantren Segoro Agung di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, terus mengembangkan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya mencetak santri yang mandiri. Salah satu program yang dijalankan adalah budidaya 1.500 pohon pisang dari varietas Cavendish, Ambon, dan Raja sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Segoro Agung, KH. Bimo Agus Sunarno, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi para santri untuk memahami pentingnya kerja keras, kemandirian, dan jiwa wirausaha.
Menurutnya, pesantren memiliki tanggung jawab untuk membekali santri dengan keterampilan yang dapat diterapkan setelah kembali ke masyarakat. Melalui budidaya pisang, para santri diajak terlibat langsung dalam seluruh proses, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan semangat produktif kepada para santri. Mereka belajar bahwa pertanian dapat menjadi sumber penghidupan sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar KH. Bimo, Selasa (21/7/2026).
Ia menambahkan, varietas pisang Cavendish, Ambon, dan Raja dipilih karena memiliki prospek pasar yang menjanjikan serta nilai ekonomi yang cukup tinggi. Hasil budidaya nantinya diharapkan mampu mendukung kemandirian ekonomi pesantren sekaligus menjadi sarana praktik kewirausahaan bagi para santri.
KH. Bimo menilai pesantren tidak cukup hanya berperan sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian dan usaha produktif lainnya.
Ia berharap langkah yang dilakukan Pondok Pesantren Segoro Agung dapat menjadi inspirasi bagi pesantren lain untuk ikut berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Selain fokus pada pengembangan pertanian, Pondok Pesantren Segoro Agung juga menjalankan berbagai program sosial, termasuk pendidikan gratis bagi kalangan tertentu serta kegiatan pemberdayaan masyarakat. Berbagai program tersebut menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam mencetak generasi santri yang berakhlak, mandiri, dan memiliki kemampuan membangun perekonomian berbasis pertanian. ( din)










