DIGDAYA NEWS. COM / MOJOKERTO – Upaya Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam meningkatkan iklim investasi terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan legislatif. Potensi wilayah yang strategis dengan dukungan akses tol, kawasan industri, hingga sektor pariwisata dinilai menjadi modal besar untuk menarik investor masuk ke Kabupaten Mojokerto.
Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari Fraksi NasDem, H. Hery Suyatnoko menilai, pemerintah daerah perlu melakukan langkah konkret dan terukur agar mampu bersaing dengan daerah lain dalam merebut investasi nasional maupun internasional.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang menjadi perhatian investor adalah kepastian pelayanan dan kemudahan dalam proses perizinan. Karena itu, reformasi birokrasi berbasis digital harus benar-benar diterapkan secara maksimal.
“Investor membutuhkan pelayanan yang cepat, jelas, dan transparan. Pemerintah daerah harus mampu memberikan kepastian hukum serta memangkas proses birokrasi yang berbelit,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Ia menjelaskan, optimalisasi sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS) perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang profesional. Pelayanan satu pintu juga dinilai penting agar investor memperoleh pendampingan yang jelas selama proses pengurusan izin usaha.
Selain pembenahan sektor perizinan, kesiapan infrastruktur penunjang industri juga dianggap menjadi kunci penting. Hery menyebut akses jalan menuju kawasan industri, terutama di wilayah Ngoro dan sekitarnya, perlu mendapat perhatian serius agar aktivitas investasi berjalan lancar.
Tak hanya itu, ketersediaan listrik, jaringan air bersih untuk kebutuhan industri, hingga akses internet berkecepatan tinggi juga harus dipastikan memadai guna menunjang kebutuhan dunia usaha modern.
Dalam sektor tata ruang, ia mendorong agar pemerintah daerah memperjelas regulasi terkait RTRW dan RDTR supaya investor memperoleh kepastian penggunaan lahan. Transparansi informasi kawasan industri maupun kawasan hijau juga dinilai penting untuk menghindari persoalan di kemudian hari.
Politisi NasDem tersebut juga mendorong pemberian insentif bagi investor, khususnya perusahaan yang mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal dan menerapkan konsep industri ramah lingkungan.
“Insentif bisa menjadi daya tarik tambahan, terutama bagi industri yang berdampak positif terhadap masyarakat sekitar,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri harus diperkuat melalui program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Kerja sama antara SMK, Balai Latihan Kerja (BLK), dan pelaku industri diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang siap pakai sekaligus menekan angka pengangguran di daerah.
Di sisi lain, promosi investasi juga perlu dilakukan lebih agresif melalui forum bisnis, kerja sama dengan pemerintah pusat, hingga penyusunan dokumen proyek investasi yang siap ditawarkan kepada calon investor.
Hery menegaskan, DPRD Kabupaten Mojokerto siap mengawal penuh kebijakan yang mendukung kemudahan investasi. Ia memastikan legislatif akan terus mendorong dinas terkait agar memberikan pelayanan yang profesional dan responsif kepada investor.
“Jangan sampai ada lagi keluhan soal lambatnya perizinan. Investor harus merasa nyaman dan aman ketika menanamkan modal di Mojokerto,” tegasnya.
Ia menambahkan, tujuan utama investasi bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi daerah, namun juga membuka lapangan pekerjaan baru serta mendorong pertumbuhan UMKM dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri. ( din)












