Desa Mandiri Jadi Motor Kemajuan Daerah, Gus Afif: Bukti Pembangunan dari Bawah

Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I.,

DIGDAYA NEWS. COM / MOJOKERTO – Kabupaten Mojokerto menorehkan capaian penting dalam pembangunan pedesaan. Berdasarkan hasil evaluasi Tim Pendamping Profesional (TPP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), seluruh desa di wilayah tersebut kini telah menyandang status Desa Mandiri.

Keberhasilan ini menempatkan Kabupaten Mojokerto sebagai daerah pertama di Jawa Timur yang mampu mencapai 100 persen desa mandiri. Dari total 299 desa dan 5 kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan, seluruhnya berhasil memenuhi indikator yang ditetapkan dalam pengukuran Indeks Desa.

Penetapan status tersebut mengacu pada Permendes PDT Nomor 9 Tahun 2024 tentang Indeks Desa. Penilaian dilakukan melalui kerja sama sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Desa PDT, Bappenas, serta Badan Pusat Statistik (BPS).

Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., memberikan apresiasi atas capaian yang diraih Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan berbasis desa mampu menghasilkan perubahan nyata bagi masyarakat.

“Desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional. Ketika desa berkembang dan mandiri, maka pertumbuhan ekonomi akan bergerak dari bawah dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Pria yang akrab disapa Gus Afif itu menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Partisipasi masyarakat, pelaku usaha, lembaga kemasyarakatan, hingga media massa memiliki kontribusi besar dalam mendorong kemajuan desa.

Menurutnya, capaian Mojokerto sejalan dengan arah pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya upaya memperkuat pembangunan dari desa sebagai strategi pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Afif juga mengapresiasi hadirnya Rubrik Desa yang digagas Jawa Pos Radar Mojokerto. Ia menilai media memiliki peran penting dalam memperluas akses informasi bagi masyarakat pedesaan sekaligus menjadi sarana edukasi publik.

“Media dapat membantu masyarakat memperoleh informasi terkait kebijakan pemerintah, peluang usaha, inovasi pertanian, kesehatan, hingga perkembangan teknologi yang mendukung peningkatan kualitas hidup warga desa,” katanya.

Selain sebagai sarana informasi, media dinilai berperan besar dalam mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki desa. Kabupaten Mojokerto, lanjutnya, memiliki kekayaan sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, serta budaya lokal yang layak dikenal lebih luas.

Ia menambahkan, masih banyak desa yang mempunyai potensi besar namun belum mendapatkan eksposur yang memadai. Karena itu, dukungan media sangat diperlukan untuk memperkenalkan keunggulan desa sehingga dapat menarik perhatian masyarakat maupun investor.

“Pemberitaan yang positif dan konstruktif dapat menjadi penggerak tumbuhnya ekonomi desa sekaligus memperkuat identitas lokal yang dimiliki masyarakat,” ungkapnya.

Gus Afif berharap keberadaan Rubrik Desa mampu menjadi wadah yang konsisten dalam mengangkat berbagai inovasi, prestasi, serta kisah inspiratif dari desa-desa di Kabupaten Mojokerto. Dengan demikian, pembangunan berbasis pedesaan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga ruang informasi ini menjadi mitra strategis bagi pembangunan desa dan turut memperkuat posisi desa sebagai fondasi kemajuan Indonesia,” pungkasnya. ( din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *