DIGDAYA NEWS. COM // MOJOKERTO – Semangat kemerdekaan terasa begitu kuat di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Karnaval Budaya dan Kreasi bertajuk Spirit of Kembangbelor yang digelar Selasa (25/8/2026).
Kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut berlangsung semarak. Tak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, karnaval juga menjadi ruang bagi warga untuk menampilkan kreativitas, seni, serta potensi budaya desa.
Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. Bupati secara langsung memberangkatkan rombongan peserta karnaval yang sejak siang telah memadati jalur pawai.
Beragam penampilan disuguhkan peserta. Mulai dari parade pembawa bendera merah putih sepanjang 17 meter, marching band, santri Ponpes Amanatul Ummah, hingga pelajar dari jenjang PAUD, SD, sampai SMP.
Kreativitas warga juga ditampilkan melalui parade sound system yang mewakili sejumlah dusun di Desa Kembangbelor.
Sejumlah pejabat turut menyaksikan kemeriahan dari tribun kehormatan. Di antaranya Wakil Bupati Mojokerto dr. Muhammad Rizal Octavian, Staf Khusus Kemendes PDTT Dr. H. M. Afif Zamroni, Plt Camat Pacet, serta jajaran Forkopimca Pacet.
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, jajaran Polsek Pacet bersama unsur TNI dan pengamanan desa memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib. Pengamanan dipimpin Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., yang bertindak sebagai Perwira Pengendali (Padal).
Personel gabungan diterjunkan untuk mengantisipasi kepadatan sekaligus memberikan rasa aman kepada peserta maupun masyarakat yang datang menyaksikan karnaval. Kekuatan pengamanan terdiri dari 12 personel Polsek Pacet, 10 personel Koramil, 15 anggota Linmas, serta delapan petugas medis yang didukung tiga unit ambulans.
Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam mengatakan, pengamanan dilakukan sejak rangkaian karnaval dimulai hingga seluruh peserta meninggalkan lokasi.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, tetapi situasi tetap kondusif karena adanya kerja sama antara petugas, panitia, peserta, dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah desa, Linmas, serta tenaga medis menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan masyarakat berlangsung nyaman.
“Kami berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Pengamanan bukan hanya soal menjaga ketertiban, tetapi juga memastikan masyarakat dapat menikmati kegiatan dengan rasa aman,” tegasnya.
Karnaval yang berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WIB tersebut akhirnya ditutup dengan situasi aman dan tertib. Peserta serta masyarakat secara bertahap meninggalkan lokasi tanpa terjadi gangguan keamanan maupun kejadian menonjol.
Semangat Spirit of Kembangbelor pun tak sekadar menghadirkan kemeriahan HUT Kemerdekaan, tetapi juga memperlihatkan kuatnya kebersamaan warga dan sinergi berbagai unsur dalam menjaga kondusivitas wilayah. ( din)












