DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, bakal digelar dengan konsep berbeda.
Pemerintah Kecamatan Pacet bersama 20 pemerintah desa akan menggelar upacara kemerdekaan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Desa Kembangbelor, Senin (17/8/2026).
Upacara yang dijadwalkan dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diperkirakan diikuti lebih dari 6.000 peserta. Mereka terdiri dari jajaran Pemerintah Kecamatan Pacet, kepala desa beserta perangkat dari 20 desa, serta para santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Tidak hanya menjadi peserta, para santri juga mendapat porsi penting dalam pelaksanaan upacara. Sejumlah petugas upacara berasal dari kalangan santri, mulai dari pembaca Pembukaan UUD 1945, pasukan pengibar bendera, hingga paduan suara.
Sementara pembacaan teks Proklamasi akan dilakukan oleh purnawirawan. Unsur TNI juga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Komandan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ), Kolonel Inf Batara Alex Bulo, direncanakan bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sedangkan komandan upacara berasal dari Kodim 0815/Mojokerto.
Santri Ponpes Amanatul Ummah saat berlatih Upacara Peringatan HUT Ke 81 Kemerdekaan RIPlt Camat Pacet Djoko Widjayanto mengatakan, pemilihan Pondok Pesantren Amanatul Ummah sebagai lokasi upacara bukan sekadar untuk kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan menjadi sarana memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, TNI, dunia pendidikan dan masyarakat.
“Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI ini menjadi momentum bagi kami Kecamatan Pacet bersama 20 kepala desa untuk mempererat silaturahmi dengan tokoh nasional Dr. Prof. KH Asep Syaifudin Chalim, MA. Kami berharap bisa mendapatkan arahan dan masukan beliau, khususnya dalam menyatukan kekuatan ulama dan birokrasi,” ujar Djoko, Sabtu (15/8/2026).
Menurutnya, persiapan para santri sebagai petugas upacara telah dilakukan melalui latihan secara intensif. Pembinaan tersebut juga melibatkan jajaran TNI agar seluruh rangkaian upacara dapat berjalan tertib dan khidmat.
“Latihan-latihan juga mendapatkan pembinaan langsung dari TNI. Jadi para santri dipersiapkan dengan baik. Dalam upacara nanti juga akan ada atraksi dari para santri,” jelasnya.
Djoko menilai keterlibatan santri dalam upacara kemerdekaan menunjukkan besarnya potensi generasi muda pesantren dalam kegiatan kebangsaan. Menurutnya, lingkungan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dalam membangun karakter dan semangat nasionalisme generasi muda.
Ia juga mengapresiasi lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Menurut Djoko, kualitas pendidikan yang dimiliki lembaga tersebut menjadi salah satu alasan kegiatan kemerdekaan digelar di lokasi tersebut.
“Kita juga tahu bahwa lembaga pendidikan di bawah Pondok Pesantren Amanatul Ummah merupakan salah satu lembaga pendidikan terbaik. Karena itu, kami ingin momentum ini juga menjadi ruang untuk melihat secara langsung kiprah beliau dalam dunia pendidikan dan bagaimana potensi tersebut bisa terus dikembangkan,” katanya.
Selain memperkuat silaturahmi, Kecamatan Pacet berharap pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama dan dukungan pemikiran bagi pembangunan di 20 desa.
“Kami juga berharap mendapatkan dukungan dan bantuan pemikiran beliau untuk membantu mendorong pembangunan di 20 desa yang ada di Kecamatan Pacet,” imbuh Djoko.

Dengan melibatkan ribuan peserta dari unsur pemerintahan, desa, TNI, pesantren dan masyarakat, Djoko berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk menyatukan berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Pacet.
“Ini merupakan momentum persatuan dan kesatuan untuk menyatukan potensi yang luar biasa, khususnya demi kemajuan 20 desa di Kecamatan Pacet dan Kabupaten Mojokerto pada umumnya,” tegasnya.
Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti pada upacara, tetapi berlanjut dalam bentuk kolaborasi dan gotong royong. Sinergi antara pemerintah desa, ulama, TNI, lembaga pendidikan dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
Dengan konsep yang menempatkan para santri sebagai bagian penting dalam upacara, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pacet diharapkan menjadi perayaan yang sarat makna, sekaligus memperkuat nasionalisme, persatuan dan semangat kolaborasi masyarakat. ( din)












