Stok Aman, BULOG Jatim Percepat Penyaluran SPHP Jagung untuk Peternak

Dua Truck pengangkut beras yang dipersiapkan Bulog Jatim

DIGDAYA NEWS COM/ SURABAYA – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur mempercepat penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada peternak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan bahan baku pakan tetap terpenuhi sekaligus menjaga stabilitas harga jagung menjelang periode Natal dan Tahun Baru.

Pemimpin Perum BULOG Kanwil Jawa Timur, Langgeng Wisnu A, mengatakan stok jagung yang dikelola BULOG Jatim saat ini berada dalam kondisi memadai. Dari pagu penyaluran SPHP Jagung Jawa Timur sebesar 133.867 ton, sebanyak 100.699 ton telah disalurkan kepada peternak atau mencapai 75,22 persen.

Sementara itu, stok jagung BULOG Jawa Timur yang tersedia saat ini tercatat sekitar 6.437 ton. Selain stok yang berada di gudang, tambahan pasokan sebanyak 35.804 ton juga tengah dalam proses pengiriman dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara-Gorontalo serta Nusa Tenggara Barat menuju Jawa Timur.

“Jadi kami sampaikan bahwa peternak tidak perlu khawatir karena secara stok jagung yang dikelola BULOG Jawa Timur sangat memadai untuk memenuhi sisa kebutuhan penyaluran SPHP Jagung,” ujar Langgeng Wisnu.

Menurutnya, fokus BULOG Jatim saat ini adalah mempercepat pergerakan stok sekaligus distribusi ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Dengan demikian, ketersediaan jagung di tingkat peternak dapat terus terjaga dan tidak terganggu oleh kendala distribusi.

“Fokus kami saat ini adalah mempercepat pergerakan stok dan penyaluran kepada para peternak yang membutuhkan, sehingga tidak ada kendala distribusi yang menghambat peternak memperoleh jagung,” tambahnya.

Secara nasional, program SPHP Jagung 2026 juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga 7 Oktober 2026, dari total alokasi sekitar 241.972 ton, realisasi penyaluran telah mencapai 185.699 ton atau sekitar 76,7 persen.

Jagung tersebut disalurkan BULOG dengan harga Rp5.000 per kilogram. Program ini ditujukan untuk membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga kesinambungan usaha peternakan.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menegaskan bahwa percepatan distribusi menjadi bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga stabilitas jagung nasional.

“BULOG berkomitmen penuh memastikan jagung tersedia dan dapat diakses oleh para peternak dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp5.000 per kilogram,” katanya.

Hingga saat ini, SPHP Jagung telah menjangkau 151 koperasi dan asosiasi peternak, dengan total sekitar 7.553 peternak di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran dilakukan melalui koperasi dan asosiasi peternak sebagai mitra distribusi agar pasokan dapat diterima secara tepat sasaran.

Dari sisi ketersediaan nasional, BULOG juga memastikan stok jagung pemerintah masih mencukupi. Posisi per 7 Oktober 2026, persediaan jagung pemerintah tercatat mencapai 98.442 ton.

Selain menyalurkan SPHP Jagung, BULOG terus memperkuat pengadaan Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) yang berasal dari produksi petani dalam negeri.

Untuk 2026, pemerintah menetapkan target pengadaan sebesar 1 juta ton. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18–20 persen di tingkat petani, serta Rp6.400 per kilogram untuk jagung dengan kadar air maksimal 14 persen dan memenuhi standar kualitas di gudang BULOG.

Langgeng menambahkan, penguatan stok melalui penyerapan produksi petani menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan petani dan peternak.

Dengan stok yang tersedia, tambahan pasokan dalam perjalanan, serta percepatan penyaluran SPHP, BULOG Jatim memastikan kebutuhan jagung peternak dapat terus dipenuhi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, memperkuat keberlanjutan sektor peternakan, serta memastikan kesiapan menghadapi peningkatan kebutuhan pangan pada momentum akhir tahun. ( din)

 

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>