BULOG Jatim Serap 978 Ribu Ton Gabah dan Beras, Sumbang Hampir 25 Persen Pengadaan Nasional

Petani saat mengusung padi hasil panen

DIGDAYA NEWS.COM, SURABAYA – Jawa Timur menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional setelah Perum BULOG mencatat penyerapan gabah dan beras petani mencapai 978.284 ton setara beras hingga 8 Oktober 2026. Jumlah tersebut menyumbang hampir 25 persen dari total pengadaan beras nasional yang menembus 4,11 juta ton setara beras, sekaligus mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah BULOG.

Capaian pengadaan nasional itu juga telah melampaui target pemerintah sebesar 4 juta ton setara beras. Keberhasilan tersebut memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai salah satu instrumen untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga beras di tengah kebutuhan masyarakat.

Pemimpin Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Timur, Langgeng Wisnu A., mengatakan besarnya penyerapan di wilayahnya menunjukkan peran strategis Jawa Timur sebagai salah satu sentra produksi pangan nasional.

Menurutnya, penyerapan gabah dan beras petani tidak hanya bertujuan mengoptimalkan hasil panen, tetapi juga memastikan produksi petani terserap serta memperkuat persediaan pangan yang dikelola pemerintah.

“Penyerapan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan beras, mulai dari tingkat petani hingga kebutuhan masyarakat,” demikian esensi upaya yang terus dilakukan BULOG di Jawa Timur.

Langgeng menegaskan, BULOG Kanwil Jawa Timur akan terus menjaga momentum penyerapan hingga akhir 2026. Penguatan operasional di lapangan serta kolaborasi dengan petani, mitra penggilingan, dan pemerintah daerah menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan penyerapan hasil panen.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran BULOG dan para pemangku kepentingan yang telah berkontribusi terhadap pencapaian pengadaan beras nasional tersebut.

Ia menegaskan, keberhasilan melampaui target bukan sekadar pencapaian angka, melainkan hasil kerja bersama dalam menyerap produksi petani di berbagai daerah.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik,” ujar Ahmad Rizal.

Para petani saat semangat memanen padi.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan Presiden, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, mitra penggilingan, serta berbagai pihak lainnya.

Ahmad Rizal berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi BULOG untuk terus memberikan manfaat bagi petani, menjaga ketersediaan pangan masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Optimalkan Penyerapan dan Cadangan Beras Pemerintah

Untuk menjaga keberlanjutan pengadaan, BULOG terus mengoptimalkan jaringan pembelian di sentra produksi, kesiapan sarana penyimpanan, serta kapasitas pergudangan. Langkah tersebut diarahkan untuk mempercepat penyerapan hasil panen, terutama ketika memasuki periode panen raya.

Penguatan pengadaan di tingkat hulu menjadi fondasi penting bagi pemerintah dalam menjaga Cadangan Beras Pemerintah. Stok tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung program stabilisasi harga serta penyaluran beras kepada masyarakat sesuai kebijakan pemerintah.

Dalam menjalankan penugasan negara, BULOG mengemban tiga pilar utama ketahanan pangan, yakni menjaga ketersediaan pasokan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen maupun konsumen, serta mengelola cadangan pangan pemerintah.

Dengan realisasi pengadaan nasional yang telah melampaui target dan kontribusi Jawa Timur yang mendekati seperempat dari total penyerapan, BULOG berharap penguatan stok beras terus berlanjut hingga akhir tahun. (din)

 

 

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>