Ngopi Saat Jam Kerja? Ini Cara Plt Camat Pacet Dekatkan Pelayanan dengan Warga

Plt Camat Pacet Djoko Apdiyanto bersama Sekcam Hari Prasetyo dan staf kecamatan

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Kebiasaan minum kopi saat jam kerja umumnya identik dengan waktu beristirahat sejenak dari rutinitas kantor. Namun di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, kegiatan tersebut justru dijadikan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pelaksana Tugas (Plt) Camat Pacet, Djoko Widjayanto, menginisiasi program bertajuk NGOPI (Ngobrol, Gali Aspirasi, dan Pelayanan Inspiratif) yang mendorong seluruh aparatur kecamatan lebih aktif turun ke tengah masyarakat.

Melalui program tersebut, aparatur tidak hanya melayani warga dari balik meja kantor, tetapi juga mendatangi rumah-rumah warga untuk berdialog secara langsung, menyerap aspirasi, hingga mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Semua aparatur Kecamatan Pacet boleh ngopi saat jam dinas. Tetapi ngopinya ada dua tempat. Pertama di kantor saat memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kedua, dan ini yang paling saya harapkan, ngopi di rumah-rumah warga,” ujar Djoko saat memberikan arahan kepada jajaran aparatur Kecamatan Pacet, Senin (22/6/2026).

Menurut Djoko, pendekatan pelayanan publik saat ini menuntut kehadiran pemerintah yang lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, aparatur kecamatan perlu memahami secara langsung kondisi warga di lapangan, bukan hanya menerima laporan atau keluhan yang datang ke kantor.

Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu menilai kunjungan ke lingkungan masyarakat harus menjadi bagian dari rutinitas pelayanan sehari-hari. Dengan begitu, berbagai persoalan dapat diketahui lebih cepat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.

Ia bahkan mendorong setiap pegawai untuk menyempatkan diri mengunjungi dua hingga tiga rumah warga setiap hari.

“Saya mendukung penuh kegiatan ini. Kalau bisa setiap hari aparatur berkunjung ke dua atau tiga rumah warga. Datangi mereka, dengarkan keluhannya, pahami kebutuhannya, dan bangun komunikasi yang baik,” kata

Plt Camat Pacet Djoko didampingi  Sekcam Hari Prasetyo menegaskan, kegiatan tersebut tidak boleh berhenti pada kunjungan seremonial semata. Setiap aparatur harus membawa semangat pelayanan dan memastikan masyarakat mengetahui bahwa pemerintah selalu membuka ruang komunikasi yang luas.

Untuk mempercepat respons terhadap kebutuhan masyarakat, Djoko juga meminta para pegawai membagikan nomor kontaknya kepada warga agar setiap masukan maupun persoalan dapat disampaikan secara langsung.

“Sampaikan salam saya kepada warga. Berikan nomor telepon saya agar masyarakat tidak kesulitan menyampaikan masukan, saran, maupun permasalahan yang mereka hadapi,” tuturnya.

Program “Ngopi di Rumah Warga” dinilai menjadi salah satu inovasi pelayanan publik yang sederhana namun efektif. Dengan mengedepankan dialog dan pendekatan humanis, pemerintah dapat lebih cepat memahami kebutuhan masyarakat sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap birokrasi.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, pendekatan tatap muka melalui secangkir kopi justru menjadi cara sederhana untuk menghadirkan pemerintah lebih dekat dengan masyarakat. Dari teras rumah warga, aspirasi dapat tersampaikan, komunikasi terjalin, dan pelayanan publik semakin terasa manfaatnya. ( din)

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>