
DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Staf Khusus Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I., kembali melaksanakan agenda Ngobrol Pintar (Ngopi) dengan masyarakat desa di Kabupaten Mojokerto, Kamis (16/7/2026).
Melalui kegiatan tersebut, pria yang akrab disapa Gus Afif itu berdialog langsung dengan warga untuk menyerap berbagai persoalan sekaligus menggali potensi desa.
Kunjungan kali ini menyasar tiga desa, yakni Desa Ngimbangan dan Desa Luminggir di Kecamatan Mojosari, serta Desa Mojotamping di Kecamatan Bangsal. Forum dialog berlangsung terbuka dengan melibatkan pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Di Desa Ngimbangan, Kepala Desa Rudi Subagiyo menyampaikan apresiasinya atas kunjungan tersebut. Menurutnya, masyarakat mendapat kesempatan menyampaikan berbagai kebutuhan secara langsung kepada pemerintah pusat.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah penguatan kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih. Pengurus koperasi berharap adanya dukungan pemerintah dalam penyediaan sumber daya manusia, serta akses distribusi kebutuhan pokok seperti LPG, beras, dan komoditas penting lainnya agar koperasi mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, di Desa Luminggir, Kepala Desa H. Khusaeni menjelaskan bahwa kunjungan Gus Afif bertepatan dengan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Tahun 2026.
Selain menyerahkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat, Gus Afif juga memberikan motivasi agar desa terus meningkatkan kemandirian dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dalam sesi dialog, warga mengangkat sejumlah persoalan, di antaranya kebutuhan peningkatan sarana pertanian hingga penggunaan Tanah Kas Desa (TKD) yang sejak 2018 dimanfaatkan pemerintah pusat untuk pembangunan waduk. Hingga kini, menurut pemerintah desa, penyelesaian terkait aset desa tersebut masih menjadi harapan masyarakat.
Berbeda dengan dua desa sebelumnya, pembahasan di Desa Mojotamping lebih banyak menyoroti kondisi para perajin bata merah dan genteng.
Kepala Desa Sumanan mengungkapkan bahwa keterbatasan bahan baku tanah menjadi hambatan utama bagi para pelaku usaha, sehingga berdampak terhadap menurunnya produksi dan pendapatan masyarakat.
Selain persoalan bahan baku, warga juga berharap percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Mojokerto agar distribusi hasil produksi dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Afif menegaskan bahwa agenda turun ke desa merupakan bagian dari komitmen Kemendes PDT untuk memastikan pembangunan benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, setiap desa memiliki karakter dan potensi yang berbeda sehingga perlu dikembangkan melalui konsep desa tematik yang mampu mengangkat keunggulan lokal sebagai penggerak ekonomi.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan desa menjadi salah satu prioritas dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Karena sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan, maka kemajuan bangsa harus dimulai dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat desa.
Di akhir kunjungannya, Gus Afif memastikan seluruh aspirasi yang diterimanya akan dikoordinasikan dengan kementerian maupun lembaga terkait.
Mulai dari penguatan Koperasi Desa Merah Putih di Ngimbangan, penyelesaian persoalan Tanah Kas Desa di Luminggir, hingga solusi penyediaan bahan baku bagi perajin bata merah di Mojotamping akan diperjuangkan agar memperoleh tindak lanjut yang konkret. ( din)












