Makan Bandeng Bakar Warnai Nge-Grill Bareng PWI Mojokerto, Doa untuk Jurnalis Hilang di Selat Sunda

PWI Mojokerto raya saat panjatkan doa untuk jurnalis yang hilang di selat sunda saat liput erupsi gunung anak krakatau

DIGDAYA NEWS.COM/ MOJOKERTO, – Aroma bandeng bakar memenuhi halaman Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto Raya di Jalan Pekayon No. 99, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Sabtu (12/9/2026) malam.

Puluhan wartawan berkumpul dalam kegiatan “PWI Mojokerto Nge-Grill Bareng”. Agenda sederhana itu menjadi ruang untuk melepas penat sekaligus mempererat silaturahmi dan soliditas antaranggota setelah sehari-hari disibukkan dengan aktivitas jurnalistik.

Namun, suasana santai tersebut mendadak berubah menjadi khidmat.

Para wartawan bersama sejumlah tamu undangan menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak ketika menjalankan tugas peliputan erupsi Anak Krakatau di kawasan Selat Sunda.

Lampu dalam kondisi dipadamkan. Hanya cahaya lilin yang menerangi suasana ketika para jurnalis menundukkan kepala dan memanjatkan doa.

Momen tersebut menjadi simbol solidaritas sekaligus dukungan moral bagi para jurnalis yang masih dicari serta keluarga mereka yang hingga kini menanti kabar.

Lima jurnalis yang masih dalam pencarian yakni M Bagus Khoirunnas, jurnalis kantor berita Antara Biro Banten; Ari Basuki, jurnalis Merdeka.com; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis kantor berita Anadolu; dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal, perwakilan Organisasi Radio Amatir Republik Indonesia (ORARI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta puluhan wartawan yang tergabung dalam PWI Mojokerto Raya.

Ketua PWI Mojokerto Raya Aminuddin Ilham mengatakan, kegiatan nge-grill bukan sekadar agenda makan bersama. Di balik suasana santai, terdapat pesan penting tentang kebersamaan dan kepedulian antarinsan pers.

“Selain untuk mempererat silaturahmi dan soliditas anggota, malam ini kami juga bersama-sama mendoakan rekan-rekan jurnalis dan kru yang masih dalam pencarian. Kami berharap semuanya segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujar Aminuddin.

Menurutnya, profesi wartawan memiliki tantangan dan risiko tersendiri. Dalam menjalankan tugas jurnalistik, seorang jurnalis terkadang harus berada di lokasi yang memiliki potensi membahayakan keselamatan.

Karena itu, kata Aminuddin, solidaritas antarwartawan menjadi penting, terutama ketika ada rekan seprofesi yang sedang menghadapi musibah.

“Kami berharap proses pencarian terus dilakukan secara maksimal. Doa ini menjadi ikhtiar batin kami agar pencarian diberikan kemudahan dan keluarga yang menunggu juga diberi kekuatan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Mojokerto Dody Faizal mengapresiasi kepedulian yang ditunjukkan PWI Mojokerto Raya.

Menurut Dody, doa bersama tersebut tidak hanya berbicara tentang solidaritas profesi, tetapi juga menyentuh nilai kemanusiaan.

“Kita tidak melihat latar belakang maupun perbedaan lainnya. Ini murni bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan terhadap kawan-kawan yang sampai sekarang masih dinyatakan hilang,” kata Dody.

Ia juga mengapresiasi respons PWI Mojokerto Raya yang dinilai cepat dalam menyikapi kabar hilangnya para jurnalis dan kru tersebut.

“PWI Mojokerto sangat responsif. Dalam hitungan jam langsung merespons dengan kegiatan doa bersama. Saya pikir rasa kemanusiaan dan solidaritas teman-teman PWI Mojokerto ini sangat luar biasa,” tegasnya.

Salah satu jurnalis yang ikut dalam doa bersama, Syahrul Wijaya, mengatakan kegiatan malam tersebut memiliki makna lebih dari sekadar berkumpul dan menikmati hidangan.

Di tengah suasana santai dan keakraban, doa bersama menjadi momen untuk menyatukan harapan agar seluruh jurnalis dan kru yang hilang kontak segera ditemukan.

“Semoga seluruh jurnalis dan kru yang dinyatakan hilang dapat kembali berkumpul dengan keluarga dalam keadaan selamat,” ujarnya.

Usai doa bersama, suasana kembali mencair. Para peserta kemudian menikmati hidangan secara bersama-sama.

Nasi disajikan beralas daun pisang, lengkap dengan ikan bandeng bakar, bumbu, dan sambal yang menggugah selera. Sajian sederhana dengan resep turun-temurun itu menjadi penutup malam kebersamaan PWI Mojokerto Raya.

Di balik aroma bandeng bakar dan canda para wartawan, terselip satu harapan yang sama: semoga rekan-rekan jurnalis dan kru yang masih dalam pencarian segera ditemukan dan kembali ke tengah keluarga dalam keadaan selamat. (din)

 

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>