DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Aktivitas kunjungan kerja Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Dr. H. Afifudin Zamroni, Lc., M.E., di Kabupaten Mojokerto tidak hanya diisi dengan agenda menyerap aspirasi masyarakat desa.
Sosok yang akrab disapa Gus Afif itu juga memanfaatkan kesempatan untuk berdakwah dan bersilaturahmi dengan jamaah di berbagai masjid.
Dalam kunjungannya ke Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Jumat (12/6/2026), Gus Afif dipercaya menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Baitul Muttaqin yang berada di kompleks wisata religi Makam Syekh Jumadil Kubro.
Di hadapan ratusan jamaah, Gus Afif menyampaikan khutbah yang mengangkat keteladanan Nabi Ibrahim AS sebagai sosok pemimpin yang mendapatkan gelar Khalilullah atau kekasih Allah.
Menurutnya, Nabi Ibrahim tidak hanya menjadi panutan dalam keimanan, tetapi juga dikenal sebagai Abul Anbiya, bapak para nabi, yang melahirkan generasi penerus pembawa risalah Islam hingga Nabi Muhammad SAW.
“Setiap orang pada hakikatnya adalah pemimpin, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun masyarakat. Karena itu kita perlu meneladani perjuangan para nabi dan ulama dalam membimbing umat,” ujar Gus Afif dalam khutbahnya.
Ia juga mengajak jamaah untuk mengenang perjuangan Syekh Jumadil Kubro yang dikenal sebagai salah satu tokoh penyebar Islam di Nusantara. Menurutnya, sosok wali tersebut tidak hanya berperan dalam syiar agama, tetapi juga memiliki kemampuan dalam bidang sosial dan ekonomi yang patut dicontoh generasi sekarang.
Selain mengulas keteladanan para tokoh agama, putra menantu pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim itu mengajak jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa hanya kepada Allah tempat bergantung dan memohon pertolongan, sebagaimana terkandung dalam Surah Al-Ikhlas.

Usai pelaksanaan Salat Jumat, Gus Afif melanjutkan dialog santai bersama pengurus masjid, pemerintah desa, dan panitia pembangunan Masjid Baitul Muttaqin yang saat ini masih dalam proses penyelesaian renovasi.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Baitul Muttaqin, M. Amirudin, mengaku terkesan dengan materi khutbah yang disampaikan Gus Afif. Menurutnya, penyampaian yang lugas dan mudah dipahami membuat pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh seluruh jamaah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Gus Afif. Ceramah beliau sangat mengena dan memberi semangat kepada kami untuk terus melibatkan generasi muda dalam kegiatan keagamaan dan pembangunan masjid,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Amirudin juga menyampaikan bahwa pembangunan masjid masih membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan, mulai dari pemasangan keramik pada beberapa pilar, ukiran pintu, hingga penyelesaian plafon bagian atas.
Meski belum sepenuhnya rampung, Masjid Baitul Muttaqin sudah dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ibadah. Bahkan saat pelaksanaan Salat Idul Adha lalu, masjid tersebut mampu menampung sekitar 2.250 jamaah.
“ kami tadi disarankan buat proposal dan akan diupayakan, agar nantinya bisa melanjutkan pembangunan Masjid Baitul Muttaqin. “ ujarnya
Sementara itu, Yanto, salah seorang jamaah yang mengikuti Salat Jumat, mengaku terkesan dengan gaya dakwah Gus Afif. Menurutnya, penyampaian khutbah yang tenang dan mudah dipahami menjadi daya tarik tersendiri.
“Sudah saatnya anak ulama turun langsung jelajahi dari masjid ke masjid untuk berdakwah. Selain memperkuat syiar Islam, juga mempererat silaturahmi dengan masyarakat,” tandasnya.
Kehadiran Gus Afif di Masjid Baitul Muttaqin menjadi bagian dari upayanya menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan sosial warga Mojokerto. ( din)










