DIGDAYA NEWS. COM/ JAKARTA – Kapolri Listyo Sigit Prabowo melaporkan perkembangan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri kepada Presiden Prabowo Subianto dalam agenda panen raya jagung serentak kuartal II di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Dalam laporannya, Kapolri menyebut Polri menargetkan pembangunan sebanyak 1.500 unit SPPG pada tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap program pemenuhan gizi masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Menurut Sigit, pembangunan SPPG juga difokuskan di kawasan 3T atau daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Saat ini, sebanyak 33 unit SPPG tengah dibangun di wilayah tersebut guna memperluas akses layanan pemenuhan gizi secara merata.
“Polri juga sedang membangun 33 SPPG di wilayah 3T sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pemenuhan gizi masyarakat,” ujar Sigit saat menyampaikan laporan di hadapan Presiden.
Selain memperkuat ketahanan pangan, Polri turut mendorong penggunaan energi ramah lingkungan dalam operasional SPPG. Sebanyak 47 unit SPPG disebut telah memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber energi alternatif.
Sigit menjelaskan, penggunaan CNG menjadi langkah strategis untuk menciptakan operasional SPPG yang lebih efisien, aman, sekaligus mendukung program energi terbarukan nasional.
Ia menambahkan, inovasi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo saat meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, terkait pentingnya ketahanan pangan dalam membangun masa depan bangsa.
“Penyediaan pangan merupakan fondasi penting untuk menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan mampu bersaing. Karena itu dibutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa,” kata Sigit.
Acara tersebut juga dirangkaikan dengan groundbreaking pembangunan 10 gudang ketahanan pangan Polri serta peluncuran operasional 166 SPPG Polri di berbagai wilayah Indonesia. ( din)










