DIGDAYA NEWS. COM/MOJOKERTO – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Kabupaten Mojokerto menggelar workshop yang diikuti 41 kepala SMP negeri se-Kabupaten Mojokerto di Aula SMP Negeri 2 Bangsal, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini tidak hanya membahas penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan kokurikuler, tetapi juga memperkuat tata kelola pelayanan publik di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 2 Bangsal, Iwan Happy Usmarasima, S.Pd., selaku tuan rumah, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga workshop ini menjadi sarana berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antar kepala sekolah dalam membangun pendidikan yang lebih baik,” ujarnya.
Pada sesi pemaparan materi, Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., yang menjadi konsultan MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto menekankan pentingnya setiap sekolah memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, sekolah perlu memiliki mekanisme yang seragam ketika menerima tamu, permintaan klarifikasi, maupun kunjungan dari berbagai instansi. Dengan adanya SOP, pelayanan akan berlangsung lebih tertib, transparan, dan memiliki dasar administrasi yang kuat.
Hadi Purwanto mengusulkan agar setiap sekolah menerapkan prosedur mulai dari pencatatan dalam buku tamu, pemeriksaan identitas, pengecekan surat tugas, hingga verifikasi asal instansi atau media yang datang. Selain itu, setiap proses klarifikasi sebaiknya dilakukan secara tertulis agar seluruh komunikasi terdokumentasi dengan baik.
Ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak ragu menjalankan tugas selama seluruh kebijakan yang diambil telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Selama bekerja sesuai aturan dan prosedur, kepala sekolah tidak perlu merasa khawatir. Yang harus dijaga adalah integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas dalam setiap pelayanan,” tegas Hadi.
Dalam sesi diskusi, sejumlah kepala sekolah turut berbagi pengalaman saat menghadapi tamu dari berbagai kalangan. Mereka menilai perlunya pedoman pelayanan yang sama agar setiap sekolah memiliki standar yang seragam tanpa mengurangi sikap ramah dan terbuka kepada masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Hadi kembali menegaskan pentingnya penyusunan SOP bersama di lingkungan MKKS sehingga seluruh sekolah memiliki acuan yang sama dalam memberikan pelayanan publik.
Sementara itu, Ketua MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto, Nanang Wahyuningaji, S.Pd., menegaskan bahwa penguatan sistem pelayanan bukan bertujuan membatasi komunikasi dengan masyarakat, melainkan menciptakan tata kelola yang lebih profesional dan terukur.
Menurutnya, kepala sekolah juga harus mengedepankan etika, komunikasi yang santun, serta mengurangi ego dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan.
“Dengan sistem yang baik dan komunikasi yang positif, berbagai persoalan dapat diminimalkan. Pada akhirnya, pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan dunia pendidikan akan semakin maju,” ujarnya.
Melalui workshop ini, MKKS SMPN Kabupaten Mojokerto berharap seluruh kepala sekolah mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di sekolah, memperkuat tata kelola administrasi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan karakter dalam setiap pelaksanaan tugas. ( din)








