Bukan Sekadar Bantuan, Sepasang Ayam Jadi “Modal Usaha” Warga Desa Lebaksono

Kades Lebaksono H. Afan Faizin MPd saat serahkan babtuan sepasang ayam jawa pada Jannatin warga lebak

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Upaya mengurangi angka kemiskinan tidak selalu harus dimulai dari bantuan dalam jumlah besar. Di Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, sebuah program sederhana justru terus dijalankan secara konsisten: membagikan sepasang ayam kampung kepada warga kurang mampu.

Program tersebut digagas Kepala Desa Lebaksono, H. Afan Faizin, M.Pd., sejak dirinya dilantik pada 19 Desember 2019.

Menariknya, bantuan itu tidak bersumber dari Dana Desa maupun APBDes. Seluruhnya diberikan menggunakan dana pribadi sang kepala desa.

Setiap bulan, satu keluarga yang dinilai membutuhkan mendapatkan sepasang ayam kampung untuk dipelihara dan dikembangkan.

Bagi Abah Afan panggilan akrabnya, ayam tersebut bukan sekadar bantuan konsumtif. Ia ingin menjadikannya sebagai modal kecil yang bisa berkembang menjadi sumber pangan sekaligus tambahan penghasilan keluarga.

“Harapannya ayam ini dipelihara dengan baik, kemudian dikembangbiakkan. Telurnya bisa untuk konsumsi keluarga sehingga membantu kebutuhan gizi, atau ditetaskan agar jumlah ayamnya bertambah,” ungkap Abah Afan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung kepada warga penerima. Dalam beberapa kesempatan, kegiatan tersebut juga dihadiri perangkat desa maupun unsur Forkopimca Pungging.

Terbaru, bantuan kembali disalurkan pada Jumat (3/9/2026) kepada Jannatin, warga Dusun Lebak RT 03/RW 05 Desa Lebaksono. Abah Afan menyerahkan sepasang ayam kampung tersebut dengan didampingi sejumlah perangkat desa dan  LPM.

Abah Afan mengatakan, ide program tersebut berangkat dari keinginannya menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sejak pertama kali dijalankan, program itu terus dipertahankan secara rutin hingga sekarang.

“Saya niatkan sebagian rezeki untuk membantu warga. Setiap bulan ada sepasang ayam yang kami salurkan,” katanya.

Untuk menjaga keberlangsungan program, Abah Afan juga bekerja sama dengan pedagang ayam yang selama ini menjadi langganannya. Sepasang ayam kemudian dikirim secara rutin untuk selanjutnya diberikan kepada warga yang menjadi penerima manfaat.

Ia berharap penerima tidak buru-buru menjual ayam yang diberikan. Sebaliknya, ayam tersebut diminta dipelihara dan dikembangbiakkan sehingga manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Jangan langsung dijual. Dipelihara, dikembangbiakkan. Kalau sudah bertambah banyak, bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga,” pesannya.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial Afan di tengah masyarakat. Menurutnya, membantu warga tidak harus selalu melalui program berskala besar.

Langkah kecil yang dilakukan secara rutin, jika dikelola dengan baik, diyakini dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima.

Selain sebagai Kepala Desa Lebaksono, Afan juga dikenal sebagai Ketua MWCNU Pungging dan dosen di Universitas Dr. Soetomo Surabaya.

Melalui program sepasang ayam kampung tersebut, ia berharap warga kurang mampu memiliki kesempatan untuk membangun kemandirian ekonomi dari sesuatu yang sederhana.

Dari dua ekor ayam, diharapkan lahir lebih banyak ayam, telur, dan pada akhirnya tambahan penghasilan bagi keluarga penerima. (din)

 

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>