DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO, – Suasana tenang di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto mendadak berubah mencekam setelah terjadi insiden kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut, Rabu pagi (6/5/2026).
Seorang pria berinisial S (43) diduga melakukan penyerangan terhadap istri dan mertuanya di rumah kontrakan yang mereka tempati. Akibat kejadian tersebut, sang mertua, Siti Arofah ( 54) meninggal dunia di lokasi dengan luka serius, sementara istrinya, Sri Wahyuni (36), mengalami luka berat dan kini menjalani perawatan intensif di RSUD Prof. DR. Soekandar Mojosari Mojokerto.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa bermula dari pertengkaran antara pelaku dan istrinya di dalam rumah. Cekcok tersebut diduga memicu emosi pelaku hingga berujung aksi kekerasan.
Korban Siti Arofah yang datang ke rumah putrinya untuk mengantarkan paket diduga berniat melerai. Namun nahas, ia justru menjadi sasaran amukan pelaku dan mengalami luka fatal.
Salah satu kerabat korban, Jumiati, menuturkan bahwa kejadian berlangsung sangat cepat. Ia menyebut, saat tiba di lokasi, korban langsung diserang tanpa sempat menyelamatkan diri.
“Korban datang untuk mengantar paket, tapi saat masuk rumah langsung diserang. Semuanya terjadi begitu cepat,” ujarnya.
Diduga, pelaku lebih dahulu melukai istrinya di bagian dalam rumah sebelum kemudian menyerang mertuanya di ruang depan. Istri pelaku bahkan disebut sempat berada di ruang belakang dalam kondisi terluka.
Usai kejadian, pelaku meninggalkan lokasi dan hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban serta melaporkannya ke pihak berwajib.
Seorang tetangga mengaku sempat melihat pelaku setelah kejadian. Saat itu, pelaku terlihat berusaha membersihkan darah di tangannya dan mengaku terluka akibat pecahan kaca sebelum akhirnya pergi meninggalkan lokasi.
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar, mengingat keluarga tersebut dikenal tinggal cukup lama di lingkungan itu. Pelaku sendiri diketahui bekerja sebagai penjual balon keliling.
Kapolsek Puri AKP Sutakat membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa penanganan kasus telah diambil alih oleh Satreskrim Polres Mojokerto.
“Kasus ini sedang ditangani oleh Polres. Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku,” ujarnya.
Polisi saat ini masih melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap motif pasti di balik peristiwa tragis tersebut. ( din)












