DIGDAYA NEWS.COM | MOJOKERTO – Staf Khusus Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. M. Afif Zamroni, Lc., M.E.I., atau yang akrab disapa Gus Afif, menjadi khotib Salat Jumat di Masjid Al Musthofa, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (26/6/2026).
Kehadiran Gus Afif di Desa Canggu diawali dengan agenda serap aspirasi bersama jajaran Pemerintah Desa Canggu. Usai berdialog dengan pemerintah desa dan masyarakat, ia melaksanakan Salat Jumat bersama warga sekaligus mendapat kehormatan menyampaikan khutbah di Masjid Al Musthofa, masjid yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat setempat.
Masjid Al Musthofa mengambil nama dari KH Musthofa, seorang ulama pejuang kemerdekaan yang tergabung dalam Laskar Hizbullah. Makam beliau berada di halaman depan masjid dan hingga kini menjadi bagian dari jejak sejarah perjuangan masyarakat Desa Canggu.
Dalam khutbahnya, Gus Afif mengajak jamaah untuk memperkuat akidah dan meneguhkan keyakinan bahwa Allah SWT adalah satu-satunya tempat bergantung, memohon, dan meminta pertolongan.
“Keimanan dapat ditingkatkan dengan meyakini sepenuhnya bahwa Allah adalah satu-satunya tempat memohon, meminta, dan berdoa. Tidak ada Tuhan selain Allah. Dengan keyakinan tersebut, insyaallah kita akan tetap istiqamah menjaga iman kepada Allah SWT,” ujar Gus Afif.
Ia juga mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan seluruh perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-Nya sebagai bekal menjalani kehidupan yang penuh keberkahan.
Dalam khutbahnya, Gus Afif turut mengulas keutamaan bulan Muharram. Menurutnya, umat Islam saat ini tengah berada pada 10 Muharram atau Hari Asyura, salah satu momentum istimewa untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.
Ia menjelaskan bahwa para ulama, kiai, dan sesepuh sejak dahulu senantiasa mengingatkan keutamaan Muharram sebagai bulan penuh keberkahan dan keselamatan, sekaligus menyimpan berbagai peristiwa penting dalam sejarah para nabi, mulai Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.
“Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT. Bahkan dalam Al-Qur’an disebutkan sebagai bagian dari empat bulan haram yang memiliki keutamaan dan kemuliaan khusus,” jelasnya.
Khutbah Gus Afif mendapat perhatian penuh dari jamaah yang memenuhi Masjid Al Musthofa. Salah seorang jamaah, Pak No, mengaku terkesan dengan materi khutbah yang disampaikan.
“Bahasanya jelas dan mudah dipahami. Sudah saatnya putra kiai aktif menjelajah masjid-masjid di Bumi Majapahit agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan tausiyah yang menyejukkan,” ungkapnya.
Menutup khutbahnya, Gus Afif berharap momentum Tahun Baru Islam dan Hari Asyura menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal saleh, serta menjaga persatuan, kerukunan, dan ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat. ( din)










