DIGDAYA NEWS. COM/ OJOKERTO – Berbagai inovasi yang dikembangkan Pemerintah Desa Lebaksono, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, mendapat perhatian dari Staf Khusus Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Gus Afif.
Hal itu disampaikan Gus Afif saat bersilaturahmi dan berdialog bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, pendamping desa, tenaga pendidik PAUD/TK serta sejumlah elemen masyarakat Desa Lebaksono, Selasa (11/8/2026).
Kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Gus Afif memanfaatkannya untuk melihat secara langsung berbagai program yang telah dijalankan desa sekaligus menyerap aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, informasi yang diperoleh langsung dari lapangan penting sebagai bahan evaluasi sekaligus masukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa di tingkat pemerintah pusat.
“Saya datang awalnya untuk silaturahmi dan menyapa Pak Kades. Tetapi ternyata saya diajak melihat berbagai bentuk perhatian desa kepada masyarakat, dari anak usia dini sampai lansia. Ini menjadi sesuatu yang sangat menarik,” kata Gus Afif.
Salah satu hal yang mendapat apresiasi adalah keberadaan Posyandu Lansia di Desa Lebaksono. Gus Afif menilai keberadaan program tersebut menunjukkan kepedulian desa terhadap kelompok masyarakat lanjut usia.
Ia mendorong agar layanan bagi lansia tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, posyandu dapat dikembangkan menjadi ruang pemberdayaan yang membuat para lansia tetap aktif secara fisik maupun sosial.
Gus Afif juga menyinggung pentingnya aktivitas fisik bagi lansia. Ia menyebut sejumlah praktik di negara maju yang memberikan ruang bagi warga lanjut usia untuk tetap beraktivitas sesuai kemampuan, sehingga kesehatan fisik dan mental tetap terjaga.
“Lansia harus tetap diberdayakan sesuai kemampuannya. Dengan tetap aktif, mereka bisa lebih sehat, bahagia, sekaligus mengurangi risiko penurunan fungsi tubuh,” ujarnya.
Selain program lansia, perhatian Gus Afif juga tertuju pada inovasi ketahanan pangan keluarga melalui program pemberian ayam hidup kepada masyarakat.
Dalam program tersebut, setiap keluarga mendapatkan empat ekor ayam secara berkala. Ayam tersebut tidak diperbolehkan untuk dijual maupun disembelih, melainkan dikembangkan agar dapat menjadi sumber ketahanan pangan sekaligus potensi ekonomi keluarga.
Bagi Gus Afif, program tersebut merupakan contoh bahwa pembangunan desa tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Kreativitas dan keberlanjutan program justru menjadi faktor penting agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Program seperti ini sederhana, tetapi memiliki nilai pemberdayaan. Masyarakat diarahkan untuk mengembangkan apa yang diberikan sehingga muncul kemandirian ekonomi keluarga,” jelasnya.
Gus Afif juga mengapresiasi capaian Desa Lebaksono yang bersama desa-desa lain di Kabupaten Mojokerto telah berstatus Desa Mandiri pada 2025. Status tersebut menjadi gambaran atas capaian pembangunan dan kemandirian desa.

Menurutnya, keberhasilan sebuah desa tidak terlepas dari kualitas kepemimpinan. Kepala desa dinilai memiliki peran penting dalam membangun koordinasi dan menggerakkan seluruh unsur masyarakat agar bekerja dalam satu tujuan.
“Sistem yang bagus akan berjalan dengan baik apabila ditopang kepemimpinan yang kuat. Di Lebaksono saya melihat adanya kemampuan untuk membangun super tim, sehingga berbagai elemen bisa bergerak bersama,” tuturnya.
Pada sektor pendidikan, Gus Afif turut memberikan apresiasi terhadap upaya Desa Lebaksono dalam menjaga keseimbangan pendidikan formal dengan pendidikan diniyah.
Menurutnya, pembangunan manusia di desa tidak cukup hanya berorientasi pada aspek ekonomi. Pendidikan umum dan pendidikan keagamaan perlu berjalan beriringan untuk membentuk generasi yang memiliki kemampuan sekaligus karakter.
“Pendidikan umum dan agama harus berjalan seimbang. Ilmu membangun kemampuan, sementara nilai-nilai agama membentuk karakter dan menjaga kehidupan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Lebaksono, H. Afan Faizin, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian Gus Afif terhadap berbagai program yang dijalankan pemerintah desa.
Ia berharap dialog tersebut dapat memberikan motivasi bagi jajaran pemerintah desa, tenaga pendidik, pendamping desa, serta masyarakat untuk terus meningkatkan inovasi pembangunan.
“Kami berharap arahan dan masukan dari Gus Afif menjadi tambahan semangat bagi kami untuk terus berbuat dan berinovasi dalam membangun Desa Lebaksono,” ujar Afan.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan interaktif. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan bertukar gagasan mengenai berbagai persoalan dan potensi desa, sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. ( din)












