DIGDAYA NEWS. COM/ SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali datang dari pelajar Indonesia. Aphrodita Raisha Putri Riandra, siswi berusia 14 tahun asal Surabaya, berhasil membawa pulang medali emas dalam ajang Indonesia International Invention Expo (IYSA) 2026.
Raisha tergabung dalam Team Phoenix yang tampil pada kategori Life Science. Tim tersebut mengusung penelitian bertajuk “PHOENIX: Pemanfaatan Paederia Foetida dan Syzygium Myrtifolium sebagai Salep Phyto-Herbal Antiinflamasi dan Antijamur untuk Eksim.”
Inovasi yang dikembangkan memanfaatkan tanaman simbukan (Paederia foetida) dan pucuk merah (Syzygium myrtifolium). Kedua bahan tersebut diteliti dan dikembangkan menjadi salep berbasis herbal yang ditujukan untuk membantu mengatasi permasalahan eksim.
Perjalanan menuju prestasi tersebut menjadi semakin menarik lantaran dunia penelitian bukan satu-satunya bidang yang digeluti Raisha. Sejak usia dini, ia telah aktif mengembangkan bakat di bidang seni lukis dan mengikuti berbagai pameran serta kompetisi, termasuk ajang berskala internasional.
Pembina Sanggar Lukis Daun, Arik Wartono, menuturkan bahwa Raisha memang memiliki ketertarikan kuat terhadap seni sejak kecil.
“Sejak kecil Raisha memang aktif di dunia seni. Dia sering ikut pameran, lomba melukis, dan beberapa kali dapat penghargaan di event internasional,” kata Arik.
Selain melukis dan penelitian, Raisha juga aktif dalam olahraga basket. Beragam aktivitas tersebut justru dianggap memberikan pengalaman yang saling melengkapi dalam membentuk karakter dan kemampuannya.
Bagi Raisha, seni mengasah kreativitas sekaligus kepekaan terhadap detail. Basket mengajarkannya pentingnya kerja sama dan kekompakan, sementara penelitian melatih dirinya untuk tekun, sabar, serta berpikir dalam mencari solusi.
“Dari kanvas aku belajar melihat detail. Dari basket aku belajar kompak. Dari lab aku belajar bermanfaat untuk orang lain,” ungkap Raisha.
Medali emas yang diraih bersama Team Phoenix dalam IYSA 2026 menjadi bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk berkarya dan berprestasi. Raisha mampu menunjukkan bahwa ketertarikan pada berbagai bidang dapat menjadi kekuatan apabila dijalani dengan kesungguhan.
Ajang tersebut berlangsung di Semarang pada 24 Agustus hingga 3 September 2026. Prestasi Raisha bersama Team Phoenix sekaligus menjadi pengalaman penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan dirinya.
Kini, siswi SMP Negeri 30 Surabaya tersebut tidak hanya dikenal melalui karya seni dan aktivitas olahraga, tetapi juga sebagai pelajar yang mulai menapaki dunia penelitian ilmiah.
Profil Raisha Riandra
Nama: Aphrodita Raisha Putri Riandra
Usia: 14 tahun
Domisili: Surabaya
Sekolah: SMP Negeri 30 Surabaya
Pembina Karya Ilmiah Remaja: Saldhyna Di Amora
Pembina Sanggar Lukis Daun: Arik Wartono
Pembina Sabertooth Basketball: Bhiantoro Darmawan
Orang tua: I D G Indra KS dan Mariawati
( din)












