Khotmil Qur’an ke-27 Jadi Momentum Perkuat Ibadah Shalat dan Teladani Rasulullah

Hadi Purwanto bersama jajaran pengurus Khotmil Quran

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Ratusan warga memadati Aula Makam Umum Dusun Banjarsari, Desa Kedunglengkong, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Minggu (6/9/2026). Mereka mengikuti Majelis Khotmil Qur’an ke-27 yang sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah

Majelis rutin yang digelar di kawasan makam Eyang Tumenggung Soekarto Widjoyono atau yang akrab disebut Mbah Sentono tersebut berlangsung dalam suasana khidmat. Selain membaca Al-Qur’an, jamaah juga mengikuti pembacaan Sholawat maqom, doa bersama, tausiyah, serta kegiatan keagamaan lainnya.

Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan. Sejumlah nasihat yang disampaikan para tokoh agama menitikberatkan pada pentingnya menjaga salat lima waktu, istiqamah dalam beribadah, serta menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Penanggung jawab kegiatan, Advokat Hadi Purwanto, S.T., S.H., M.H., mengatakan bahwa keberkahan sebuah ibadah tidak semata-mata diukur dari besarnya amalan, tetapi juga dari kemampuan seseorang untuk menjalankannya secara terus-menerus.
Menurutnya, kebiasaan menjaga amal secara istiqamah merupakan bagian penting dalam membentuk pribadi yang lebih sabar dan ikhlas.

Hadi Purwanto juga mengajak jamaah menjadikan kegiatan khotmil Qur’an sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan para leluhur yang telah meninggal dunia. Bacaan Al-Qur’an dan doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi bagian dari amal bakti kepada mereka.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengaitkan peringatan Maulid Nabi dengan kewajiban umat Islam untuk meneladani kehidupan Rasulullah SAW. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi seharusnya diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, terutama dalam hal kejujuran, kasih sayang, dan akhlak mulia.

Sementara itu, Ustaz Mukid yang menjadi penasihat kegiatan menyampaikan tausiyah mengenai kedudukan salat dalam kehidupan seorang muslim.

Ia mengisahkan seorang guru yang berada di penghujung hidupnya. Sang guru disebut menangis karena merasa khawatir tidak lagi memiliki kesempatan untuk melaksanakan salat.

Kisah tersebut disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam tidak menganggap salat sebagai kewajiban yang bisa ditunda atau dicari alasannya. Menurutnya, kesibukan dunia jangan sampai membuat seseorang mengabaikan kewajiban kepada Allah SWT.

Ustaz Mukid menegaskan bahwa salat memiliki kedudukan yang sangat penting dan menjadi salah satu bentuk komunikasi seorang hamba dengan Allah SWT.

“ Perintah Shalat itu langsung dari Alloh SWT. Ketika Nabi Muhammad lakukan Isro’ – Mikroj. Beda dengan perintah lainnya, seperti zakat, puasa, itu melalui perantara malaikat Jibril, “ terangnya,

Ustadz Mukhit juga menyampaikan, kalau ibadah shalat itu sangat utama, seseorang bisa dilihat, kalau sholatnya baik, amal lainnya juga baik, kalau Shalatnya berantakan, amal yang lain juga berantakan.

Hadi Purwanto berfoto bersama Keluarga besar saat ikuti lantunan Sholawat nabi

Nasihat keagamaan juga disampaikan K.H. Hasan Mathori. Ia mengajak jamaah bersyukur karena masih diberi kesempatan berkumpul dalam majelis ilmu dan kegiatan keagamaan.

Kiai Hasan menilai keberadaan majelis seperti Khotmil Qur’an memiliki peran penting dalam menjaga masyarakat agar tetap dekat dengan nilai-nilai agama.
Ia juga mengingatkan jamaah agar menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam membangun akhlak. Menurutnya, kecintaan kepada Nabi harus tercermin melalui perilaku dan budi pekerti dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, Kiai Hasan mengingatkan pentingnya keberadaan ulama dan majelis ilmu sebagai tempat masyarakat mendapatkan nasihat dan tuntunan agama, terutama di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak meninggalkan majelis ilmu dan terus menjaga ketaatan kepada Allah SWT.

“Bermajelis dengan orang saleh itu menenangkan. Sehebat apa pun kesibukan kita, jangan sampai meninggalkan perintah Allah,” pesannya.

Rangkaian Khotmil Qur’an ke-27 dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kemudian ditutup dengan doa bersama. Dan maian nasi tumpeng bersama sama. ( din)

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>