Bukan Sekadar Yayasan, Mbak Ana Bawa YMKM Jadi Ruang Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat

Siti Khuzayanah, sosok yang akrab disapa Mbak Ana,

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO – Membangun masyarakat tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, perubahan justru lahir dari kepedulian sederhana: mau mendengar, mau mendampingi, dan mau membuka ruang agar orang lain bisa tumbuh dan berdaya.

Semangat itulah yang menjadi bagian dari kiprah Ibu Siti Khuzayanah, sosok yang akrab disapa Mbak Ana, bersama Yayasan Mitra Keluarga Majapahit (YMKM).

Di tangan Mbak Ana, keluarga ditempatkan bukan sekadar sebagai tempat untuk pulang. Keluarga dipandang sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi yang kuat, berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, YMKM terus diarahkan menjadi wadah yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Bukan hanya berbicara tentang teori, tetapi menghadirkan program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga dan masyarakat.

Visi YMKM untuk membangun sumber daya masyarakat yang unggul serta mewujudkan masyarakat yang berdaya diwujudkan melalui berbagai kegiatan. Mulai dari Kajian Muslimah, Sekolah Pra Nikah, hingga pelatihan pembuatan kue.

Salah satu perhatian Mbak Ana adalah penguatan kapasitas perempuan.

“Melalui Kajian Muslimah, perempuan tidak hanya diajak meningkatkan wawasan keislaman, tetapi juga memperkuat keimanan dan kepedulian sosial, “ujarnya Minggu (30/8/2026)

Mbak Ana menambahkan, perempuan yang memiliki pengetahuan, keteguhan iman, dan kepedulian akan mampu memberikan pengaruh besar bagi keluarga.

Dari keluarga yang kuat, diharapkan lahir generasi yang juga kuat.

Perhatian terhadap keluarga kemudian diperluas melalui program Sekolah Pra Nikah.

“Program ini menjadi ruang pembekalan bagi calon pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga. Mereka diajak memahami bahwa membangun keluarga membutuhkan kesiapan, komunikasi, tanggung jawab, kesabaran, serta komitmen bersama, “ imbuhnya

Mbah Ana juga berharap, rumah tangga yang dibangun tidak hanya bertahan, tetapi mampu menjadi keluarga yang harmonis, tangguh, dan penuh keberkahan.

Pemberdayaan yang dilakukan YMKM tidak berhenti pada aspek spiritual dan keluarga.

Masyarakat juga diberikan ruang untuk mengembangkan keterampilan.

Salah satunya melalui pelatihan pembuatan kue yang menyasar peningkatan kemampuan, khususnya bagi perempuan.

“Keterampilan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas semata. Lebih jauh, kemampuan yang dimiliki bisa dikembangkan menjadi peluang usaha dan sumber tambahan ekonomi keluarga, “ terangnya

Bagi Mbak Ana, pemberdayaan memiliki makna yang lebih luas.

Masyarakat bukan hanya diberi pengetahuan, tetapi didorong agar mampu mengenali potensi dirinya, mengembangkan kemampuan, kemudian berdiri lebih mandiri.

Semangat itulah yang terus dibawa YMKM dalam menjalankan berbagai kegiatannya.

Segera Hadirkan Rumah Konseling

Kiprah YMKM ke depan juga akan semakin diperluas melalui rencana pengembangan Rumah Konseling Mitra Keluarga Majapahit.

Gagasan tersebut lahir dari kesadaran bahwa tidak semua persoalan keluarga bisa diselesaikan dengan mudah.

Ada keluarga yang membutuhkan tempat untuk bercerita. Ada yang membutuhkan pendampingan. Ada pula yang hanya membutuhkan seseorang yang mau mendengarkan tanpa menghakimi.

“ Rumah Konseling diharapkan menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi keluarga untuk membicarakan berbagai dinamika kehidupan. Mulai persoalan rumah tangga, komunikasi pasangan, pengasuhan anak, hingga berbagai tantangan kehidupan lainnya, “ tandasnya

Bagi Mbak Ana, setiap keluarga memiliki persoalan masing-masing. Namun, setiap persoalan selalu memiliki jalan keluar ketika ada ruang untuk dibicarakan dan didampingi dengan penuh kepedulian.

Kiprah Mbak Ana bersama YMKM menunjukkan bahwa perempuan memiliki ruang yang luas untuk mengambil peran dalam kehidupan sosial.

Dengan kepedulian dan semangat pengabdian, YMKM tidak ingin hanya hadir sebagai sebuah lembaga.

Lebih dari itu, YMKM ingin menjadi mitra bagi keluarga dan masyarakat.

Program-program yang dikembangkan menyentuh berbagai sisi kehidupan. Mulai dari penguatan spiritual, peningkatan kapasitas perempuan, persiapan kehidupan berumah tangga, pengembangan keterampilan, pemberdayaan ekonomi, hingga pendampingan keluarga.

Pada momentum Tabligh Akbar, semangat tersebut semakin menemukan relevansinya.

Sebab membangun ketahanan keluarga tidak cukup hanya dengan pengetahuan dan keterampilan. Dibutuhkan pula kasih sayang, keteladanan, kesabaran, komunikasi, serta akhlak mulia sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah Muhammad SAW.

Dari sinilah kiprah Mbak Ana bersama YMKM mendapatkan makna yang lebih luas.

Bukan sekadar membuat program. Tetapi berusaha menghadirkan manfaat. Bukan sekadar mengajak masyarakat berkegiatan. Tetapi mendorong mereka agar semakin mampu dan mandiri.

Dan bukan sekadar berbicara tentang keluarga. Tetapi ikut menjaga agar keluarga-keluarga Indonesia tetap kuat menghadapi perubahan zaman.

Ke depan, YMKM diharapkan semakin mampu meningkatkan kapasitas masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, membuka ruang pemberdayaan, sekaligus melahirkan masyarakat yang unggul dan berdaya.

“ langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar panjang untuk terus menebarkan manfaat. Sebab perubahan besar bisa dimulai dari satu keluarga. Dan keluarga yang kuat dapat menjadi fondasi bagi masyarakat yang lebih kuat,” tuturnya ( din)

 

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>