Maulid Nabi PWI Mojokerto Dimeriahkan Aksi Pecahkan Balon Berhadiah Uang

 

Ketua PWI Monokerto Aminudin Ilham saat berikan potongan nasi tumpeng pada kasu Hunas Polres Mojokerto

DIGDAYA NEWS. COM/ MOJOKERTO,- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Sekretariat PWI Mojokerto Raya, Senin malam (7/9/2026), berlangsung dengan suasana berbeda. Setelah rangkaian sholawat, doa dan tausiah, peserta diajak mengikuti permainan memecahkan puluhan balon yang berisi uang tunai.

Kegiatan yang digelar di Jalan Pekayon Nomor 99, Kelurahan Kranggan, Kota Mojokerto, itu diikuti anggota PWI Mojokerto Raya bersama sejumlah tamu undangan.

Sekitar 70 balon telah disiapkan panitia. Di dalamnya terdapat uang tunai dengan nominal bervariasi, mulai dari Rp2 ribu hingga Rp50 ribu.

Begitu permainan dimulai, suasana yang sebelumnya khidmat berubah menjadi penuh gelak tawa. Para peserta berebut mencari dan memecahkan balon. Suara letusan terdengar silih berganti saat masing-masing peserta berusaha mendapatkan uang yang berada di dalam balon.

Uniknya, aksi tersebut juga sempat membuat suasana terasa semakin ramai karena di lokasi turut hadir tiga anggota kepolisian, yakni Kapolsek Pacet AKP M.K. Umam, S.E., M.H., IPTU Toni selaku Kasi Humas Polres Mojokerto, serta IPTU Sutanto selaku Kasi Humas Polres Mojokerto Kota.

Ketua Panitia Maulid Nabi PWI Mojokerto Raya, M. Z. Udin, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sederhana. Menurutnya, yang menjadi tujuan utama bukan kemeriahan acara, melainkan terjalinnya kebersamaan antara anggota PWI dan tamu undangan.

“Acara ini memang kami buat sederhana. Kami tidak banyak mengundang tamu, tetapi yang paling penting adalah kebersamaan dan rasa syukur dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” kata MZ Udin

Pria yang akrab disapa Udin tersebut menjelaskan, pembagian uang melalui balon merupakan bagian dari hiburan setelah seluruh rangkaian acara selesai.

“Setelah doa penutup, para tamu kami persilakan memecahkan balon yang sudah disiapkan. Ada sekitar 70 balon dan masing-masing berisi uang dengan pecahan berbeda. Ini hanya untuk memeriahkan suasana,” jelasnya.

Selain permainan tersebut, peringatan Maulid Nabi juga diisi lantunan sholawat dari Grup Sholawat Al-Banjari Sabilillah bersama Ustadz Hamzah yang dikenal dengan sebutan Brandal Qori.

Ketua PWI Mojokerto Raya, Aminuddin Ilham, dalam kesempatan itu mengingatkan bahwa peringatan Maulid Nabi harus menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, insan pers memiliki tanggung jawab untuk menjadikan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagai bagian dari pelaksanaan tugas jurnalistik.

“Kita berharap melalui peringatan Maulid Nabi ini mendapatkan syafaat dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Yang tidak kalah penting, kita dapat meneladani akhlak dan perjuangan beliau,” ujar Aminuddin.

Sementara itu, Ustadz Hamzah dalam tausiyahnya menyoroti pentingnya sifat jujur dan amanah bagi seorang wartawan.

Ia mengingatkan agar setiap informasi yang diterima tidak serta-merta dipublikasikan sebelum melalui proses verifikasi. Sebab, informasi yang tidak benar berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat maupun pihak yang diberitakan.

“Wartawan juga harus menjaga amanah ketika memperoleh informasi. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya langsung disebarkan dan akhirnya merugikan orang lain,” pesannya.

Ia berharap nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat benar-benar diterapkan oleh insan pers, bukan hanya diperingati dalam kegiatan Maulid Nabi.

“Kalau mencintai Rasulullah, mari kita buktikan melalui akhlak. Jujur dalam bekerja, amanah menjalankan tugas, santun dalam berkomunikasi dan tetap berpihak kepada kebenaran,” pungkasnya. (din)

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>