Milad ke-62 IMM Mojokerto Raya,  Gus Afif  Tegaskan Pemuda Adalah Arsitek Pembangunan Desa dan Pemimpin Masa Depan

Gus Afif saat jadi nara sumber di sarasehan Milad ke - 62 Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah ( IMM)

DIGDAYA NEWS. COM / MOJOKERTO – Peran strategis generasi muda dalam pembangunan desa dan masa depan bangsa menjadi sorotan utama dalam Seminar Kepemudaan yang digelar Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mojokerto Raya, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sentra IKM Batik Kota Mojokerto itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-62 IMM.

Mengangkat tema “Peran Pemuda dalam Pembangunan Desa, dari Partisipasi Sosial Menuju Kepemimpinan Politik yang Berintegritas”, seminar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, salah satunya Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I.

Ketua Umum PC IMM Mojokerto Raya, M. Hafid Ridho, menegaskan bahwa usia ke-62 tahun menjadi momentum bagi IMM untuk semakin memperkuat kontribusi generasi muda dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan nasional.

Menurut Hafid, kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, khususnya kalangan muda yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan.

“Milad ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi seluruh elemen Angkatan Muda Muhammadiyah agar mampu menghadirkan gerakan yang progresif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai tokoh dalam seminar tersebut. Menurutnya, keterlibatan para pemangku kepentingan menunjukkan bahwa pemuda memiliki posisi penting sebagai mitra strategis dalam pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Hafid turut menyampaikan harapan agar Mojokerto kelak memiliki perguruan tinggi Muhammadiyah yang dapat menjadi pusat pendidikan sekaligus kaderisasi generasi muda.

“Kampus Muhammadiyah di Mojokerto diharapkan mampu menjadi episentrum lahirnya kader-kader unggul yang siap menjawab tantangan masa depan,” katanya.

Gus Afif saat terima cinderamata dari IMM usai jadi narsum di kegiatan

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I. menegaskan bahwa pemuda merupakan calon pemimpin yang akan menentukan arah masa depan bangsa. Ia mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa generasi muda hari ini adalah pemimpin di masa yang akan datang.

“Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, penting bagi generasi muda untuk terus belajar dari pengalaman dan keteladanan para senior yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tutur Gus Afif panggilan akrabnya.

Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto tersebut juga mengingatkan pada peserta sarasehan bahwa sejarah Indonesia menunjukkan peran besar kaum muda dalam perjalanan bangsa. Tokoh-tokoh seperti Soekarno dan Mohammad Hatta telah menunjukkan kepemimpinan dan visi kebangsaan sejak usia muda.

Menurutnya, pembangunan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar, tetapi juga harus dimulai dari desa. Ia mengutip pemikiran Bung Hatta yang menyebut bahwa  bahwa kemajuan Indonesia tidak tergantung pada obor yang menyala di Jakarta, tetapi tergantung pada lilin-lilin yang dinyalakan di desa-desa. Artinya, pembangunan desa memiliki peran yang sangat penting dan pemuda harus menjadi penggeraknya,

“Desa adalah fondasi pembangunan nasional. Karena itu, pemuda harus hadir sebagai penggerak perubahan, inovator, sekaligus pelopor kemajuan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Gus Afif juga menjelaskan perbedaan perspektif yang kerap muncul antara generasi muda dan generasi yang lebih senior. Ia menilai perbedaan tersebut merupakan hal wajar karena masing-masing memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda.

“Anak muda biasanya lebih cepat dalam merespons perubahan dan berani melakukan terobosan. Sementara generasi yang lebih tua cenderung mengutamakan kehati-hatian dan jaga  stabilitas sosial. Keduanya dapat saling melengkapi jika dibangun komunikasi dan dialog yang baik,” jelasnya.

Ia pun mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengamat atau pengkritik, tetapi turut mengambil peran aktif dalam Musyawarah rencana pembangunan ( Musrenbang) . Dan hal ini bisa jadi wadah bersama generasi muda dan generasi tua menyampaikan ide gagasan dalam membangun desa atau wilayahnya.

“ Dalam Musrenbang  Pemerintah memberikan ruang  bagi pemuda untuk partisipasi  dalam pembangunan supaya mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah, “ tandasnya

Seminar Kepemudaan yang digelar Pengurus Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Mojokerto Raya, Selain dihadiri Staf Khusus Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI, Dr. H. Muhammad Afif Zamroni, Lc., M.E.I.,huga dihadiri Anggota DPRD Kota Mojokerto dari PAN, Mulyadi SH, Kepala Dinas Porapar Kota Mojokerto Any Wijaya, Sekjen DPD PAN Kota Mojokerto Miftah Aris, Sekjen DPD PAN Kab. Mojokerto M. Suhadak SH,  ( din)

 

 

 

?>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?>